Kompas.com - 08/07/2013, 20:50 WIB
Menteri Agama Suryadharma Ali (tengah) saat memimpin sidang itsbat penentuan awal bulan Ramadhan, di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (8/7/2013). KOMPAS.com/Indra AkuntonoMenteri Agama Suryadharma Ali (tengah) saat memimpin sidang itsbat penentuan awal bulan Ramadhan, di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (8/7/2013).
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Agama Suryadharma Ali mengimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan awal bulan Ramadhan. Dia tak ingin perbedaan ini memicu perpecahan bangsa.

"Saling menghormati. Jangan sampai perbedaan ini mengundang konflik dan perpecahan satu sama lain. Harus menghargai, toleransi," kata Suryadharma seusai menggelar Sidang Isbat Awal Ramadhan di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (8/7/2013) malam.

Untuk diketahui, pemerintah telah menetapkan awal bulan Ramadhan jatuh pada Rabu (10/7/2013). Keputusan itu diambil lantaran sampai Senin (8/7/2013) hilal belum nampak di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelum memutuskan, pemerintah mendapat dukungan dari 12 pimpinan organisasi masyarakat Islam. Di luar itu, Pengurus Pusat Muhammadiyah memutuskan hal yang berbeda. Seluruh warga Muhammadiyah akan mulai berpuasa pada Selasa (9/7/2013) besok.

Saat sidang isbat digelar, tak ada perwakilan dari PP Muhamadiyah yang hadir. "Kami tetap menghormati ormas-ormas yang berbeda. Tapi, kiranya keputusan pemerintah kami sarankan jadi pemersatu keputusan yang berbeda-beda," ujarnya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menkes: Vaksin Covid-19 Jadi Rebutan Seluruh Negara, Makin Lama Kian Keras

    Menkes: Vaksin Covid-19 Jadi Rebutan Seluruh Negara, Makin Lama Kian Keras

    Nasional
    Mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Dilaporkan ke Bareskrim Polri

    Mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Dilaporkan ke Bareskrim Polri

    Nasional
    Menkes: Vaksinasi Covid-19 Turun Selama Ramadhan, Jadi 200.000-300.000 Suntikan

    Menkes: Vaksinasi Covid-19 Turun Selama Ramadhan, Jadi 200.000-300.000 Suntikan

    Nasional
    Pusat Zeni TNI AD Bantu Perbaikan Jembatan Rusak di Bima

    Pusat Zeni TNI AD Bantu Perbaikan Jembatan Rusak di Bima

    Nasional
    Menkes Minta Lansia Jadi Piroritas Vaksinasi Covid-19 Sebulan ke Depan

    Menkes Minta Lansia Jadi Piroritas Vaksinasi Covid-19 Sebulan ke Depan

    Nasional
    Terjadi Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga di Eropa hingga Asia, Menkes Minta Masyarakat Waspada

    Terjadi Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga di Eropa hingga Asia, Menkes Minta Masyarakat Waspada

    Nasional
    Pemerintah Terima 6 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac

    Pemerintah Terima 6 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac

    Nasional
    KPK: Masih Ada 4 DPO yang Jadi Kewajiban untuk Dituntaskan

    KPK: Masih Ada 4 DPO yang Jadi Kewajiban untuk Dituntaskan

    Nasional
    Bakamla Peringatkan Kapal Tanker Yunani yang Mondar-mandir di Perairan Maluku

    Bakamla Peringatkan Kapal Tanker Yunani yang Mondar-mandir di Perairan Maluku

    Nasional
    Kemkominfo Targetkan Literasi Digital untuk 1,5 Juta Warga Jawa Timur hingga 2024

    Kemkominfo Targetkan Literasi Digital untuk 1,5 Juta Warga Jawa Timur hingga 2024

    Nasional
    Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

    Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

    Nasional
    Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

    Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

    Nasional
    Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

    Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

    Nasional
    Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

    Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

    Nasional
    Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

    Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X