Kompas.com - 01/07/2013, 07:40 WIB
Pasukan berkuda dari Detasemen Turangga Baharkam Mabes Polri standby di Gedung DPR MPR RI dalam pengawalan dan penjagaan hari buruh 1 Mei 2013. Kompas.com/Robertus BelarminusPasukan berkuda dari Detasemen Turangga Baharkam Mabes Polri standby di Gedung DPR MPR RI dalam pengawalan dan penjagaan hari buruh 1 Mei 2013.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Di hari ulang tahun ke-67 Kepolisian Republik Indonesia, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Korps Bhayangkara itu terus memperbaiki kinerjanya. Kompolnas ingin petinggi Polri bisa melakukan blusukan agar makin dicintai masyarakat.

"Masyarakat juga menginginkan setiap pimpinan Polri, termasuk kapolda, kapolres, dan kapolsek lebih banyak hadir di tengah masyarakat. Dia harus sering blusukan. Ini adalah masukan buat Polri agar semakin dicintai masyarakat," ujar anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan di Jakarta, Senin (1/7/2013).

Kepercayaan publik pada Polri dinilai terus menurun. Hal ini terjadi karena adanya oknum kepolisian yang melanggar hukum. Sebut saja, kasus dugaan korupsi yang menyeret jenderal bintang dua, Inspektur Jenderal Djoko Susilo, kemudian kasus narkoba hingga tindakan penyiksaan atau penganiayaan oleh polisi.

Bentrok antara warga dan polisi juga kerap terjadi di sejumlah daerah. "Di berbagai tempat, Polri masih ada yang melakukan penganiayaan, pemerasan, terlibat narkoba dan ada pula pejabat Polri di berbagai daerah yang melakukan intervensi terhadap anak buahnya dalam menangani kasus dan ada pula anggota Polri terlibat kasus suap dan korupsi. Kita minta ini harus diperbaiki," papar Edi.

Hal tersebut harus menjadi bahan instropeksi Polri dari lingkup polsek hingga Mabes Polri. Edi berharap, kepolisian bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pelayan, pelindung, pengayom masyarakat, dan penegak hukum.

Dengan blusukan, jajaran Polri dapat lebih dikenal masyarakat. Menurut Edi, masyarakat sangat membutuhkan keberadaan korps baju coklat itu. Di sisi lain, Edi menilai polisi telah banyak melakukan perubahan dan keberhasilan dalam mengungkap kasus seperti narkoba, terorisme, dan kejahatan konvensional lainnya.

Perubahan yang dilakukan, menurut Edi, Polri kini lebih komunikatif dengan adanya layanan masyarakat. "Ini patut kita apresiasi. Masyarakat patut memberikan support dan penghargaan kepada polisi," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecam Pembunuhan Nakes di Papua, PAN Minta KKB Ditindak Tegas

Kecam Pembunuhan Nakes di Papua, PAN Minta KKB Ditindak Tegas

Nasional
Kementerian KP Gelar Pelatihan Dukung Pengembangan Kampung Budi Daya

Kementerian KP Gelar Pelatihan Dukung Pengembangan Kampung Budi Daya

Nasional
Ini Daftar Aplikasi dan Situs yang Diblokir Kuota Internet Kemendikbud Ristek

Ini Daftar Aplikasi dan Situs yang Diblokir Kuota Internet Kemendikbud Ristek

Nasional
Amnesty Desak Aparat Investigasi Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta

Amnesty Desak Aparat Investigasi Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta

Nasional
Ombudsman Telah Beri Rekomendasi Terkait TWK KPK ke Presiden dan DPR

Ombudsman Telah Beri Rekomendasi Terkait TWK KPK ke Presiden dan DPR

Nasional
Mengenang Pendeta Yeremia yang Tewas Ditembak di Papua

Mengenang Pendeta Yeremia yang Tewas Ditembak di Papua

Nasional
38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

Nasional
PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

Nasional
Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

Nasional
Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

Nasional
Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

Nasional
Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

Nasional
UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.