Kompas.com - 19/06/2013, 18:01 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyinyalir ada korelasi antara anggaran untuk lumpur Lapindo dengan dukungan Fraksi Golkar terhadap pengesahan UU APBN Perubahan 2013. Dengan disahkannya APBN-P tersebut, maka akan ada tambahan dana untuk menanggulangi lumpur Lapindo.

"Kita bisa menyampaikan dugaan, tapi korelasinya pasti ada," kata Hendrawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Anggota Komisi VI DPR ini menegaskan, munculnya semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, karena adanya kelalaian saat pengeboran dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, milik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dengan begitu, ia menolak jika pemerintah harus bertanggung jawab penuh pada kelalaian tersebut. Hendrawan juga sadar bahwa setiap ada perubahan selalu ada partai politik yang ingin "menunggangi" untuk merealisasikan kepentingan poltiknya.

Menurutnya, alokasi anggaran untuk lumpur Lapindo terus disediakan karena pemerintah tertekan secara politik. Lebih tegas ia menyampaikan, Partai Golkar merupakan partai dengan jaringan yang sangat kuat. Itu sebabnya pemerintah abaikan partai lain yang lebih kecil dari sisi kekuatan politik.

"Saat di paripurna disebut-sebut suara Golkar suara rakyat, tapi kali ini berbeda, suara Golkar beda dengan suara rakyat. Dana ini harus benar-benar dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Untuk diketahui, dalam Undang-Undang APBN Perubahan 2013 terdapat sejumlah keanehan. Yang paling menohok adalah kehadiran Pasal 9 yang mengatur alokasi dana untuk penanggulangan lumpur Lapindo sebesar Rp 155 miliar. Pasal tersebut dinilai aneh karena di dalamnya dijelaskan terlalu detail.

Di luar itu, pasal ini disinyalir sebagai mahar politik dari Fraksi Demokrat untuk Fraksi Golkar agar menyetujui APBN-P 2013 disahkan. Dugaan itu semakin menguat karena pimpinan DPR baru mengetahui ada alokasi untuk lumpur Lapindo di forum lobi saat rapat paripurna pengesahan diskors sekitar tiga jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    BSSN: Situs yang Diretas Berisi Data 'Repositori Malware'

    BSSN: Situs yang Diretas Berisi Data "Repositori Malware"

    Nasional
    Azis Mengaku Tak Pernah Kirim Orang untuk Sampaikan Pesan ke Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

    Azis Mengaku Tak Pernah Kirim Orang untuk Sampaikan Pesan ke Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

    Nasional
    Hampir 20 Juta Orang di Jawa-Bali Diprediksi Akan Lakukan Perjalanan saat Libur Nataru

    Hampir 20 Juta Orang di Jawa-Bali Diprediksi Akan Lakukan Perjalanan saat Libur Nataru

    Nasional
    Tabrakan LRT Jabodetabek, PT INKA: Masinis Terlalu Cepat Berpindah jalur

    Tabrakan LRT Jabodetabek, PT INKA: Masinis Terlalu Cepat Berpindah jalur

    Nasional
    Wajib PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Ramai Dikritik, Luhut: Ini untuk Imbangi Relaksasi Aktivitas

    Wajib PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Ramai Dikritik, Luhut: Ini untuk Imbangi Relaksasi Aktivitas

    Nasional
    UPDATE 25 Oktober: 3.736 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 25 Oktober: 3.736 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

    Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

    Nasional
    Polri: Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke Satgas melalui Whatsapp

    Polri: Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke Satgas melalui Whatsapp

    Nasional
    Seorang Masinis Terluka dalam Tabrakan LRT Jabodetabek, Sudah Dibawa ke RS

    Seorang Masinis Terluka dalam Tabrakan LRT Jabodetabek, Sudah Dibawa ke RS

    Nasional
    Menko PMK Sebut Lapangan Pekerjaan Tantangan Realisasikan Indonesia Emas 2045

    Menko PMK Sebut Lapangan Pekerjaan Tantangan Realisasikan Indonesia Emas 2045

    Nasional
    Luhut: Vaksinasi Dosis Dua RI Tertinggal Dibanding Singapura-Malaysia

    Luhut: Vaksinasi Dosis Dua RI Tertinggal Dibanding Singapura-Malaysia

    Nasional
    Azis Bantah Sejumlah Kesaksian, Hakim: Berarti Ada yang Bohong

    Azis Bantah Sejumlah Kesaksian, Hakim: Berarti Ada yang Bohong

    Nasional
    Dua Kabupaten Luar Jawa-Bali Berkategori Level 4, Ada Kenaikan Kasus Kematian

    Dua Kabupaten Luar Jawa-Bali Berkategori Level 4, Ada Kenaikan Kasus Kematian

    Nasional
    Wapres Ma’ruf Amin Sebut Fikih Bantu Atasi Dampak Covid-19

    Wapres Ma’ruf Amin Sebut Fikih Bantu Atasi Dampak Covid-19

    Nasional
    Mobilitas Warga di Jawa-Bali Meningkat, Luhut: Jika Tak Patuh Prokes Tingkatkan Risiko

    Mobilitas Warga di Jawa-Bali Meningkat, Luhut: Jika Tak Patuh Prokes Tingkatkan Risiko

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.