Demokrat: Kami Tak Incar Kursi Menteri PKS

Kompas.com - 14/06/2013, 19:15 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Saan Mustopa membantah partainya tengah mengincar tiga kursi menteri yang kini diisi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Demokrat, katanya, hanya membutuhkan konsistensi PKS sebagai salah satu partai koalisi.

"Kami tidak pernah mau incar menteri. Yang kami tuntut itu konsistensi. Kalau bahasa mereka, berarti istikamah dalam sikapnya," ujar Saan, di Kompleks Parlemen, Jumat (14/6/2013).

Saan menegaskan, jika ingin tetap berada di koalisi, PKS harus mendukung semua kebijakan pemerintah. Namun, jika terus merongrong, menurutnya, PKS sebaiknya keluar dari koalisi.

"Jadi, jangan mengalihkan seolah-olah Demokrat incar menteri," kata Saan.

Anggota Komisi III DPR itu menilai, PKS kini tengah meningkatkan citranya dengan menempatkan diri seolah-olah berpihak kepada masyarakat. Ia memahami cara yang dipakai PKS untuk menaikkan citranya itu.

"Ini strategi PKS mengalihkan isu karena kasus hukum yang menderanya. Kami tidak khawatir kalau dianggap menzalimi karena pada kenyataannya kami tidak seperti itu. Justru mereka (PKS) yang menzalimi koalisi," kata Saan.

Sebelumnya, PKS menuding Partai Demokrat tengah mengincar tiga kursi menteri PKS yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu II. PKS juga menganggap wacana perekrutan tiga menterinya oleh Partai Demokrat adalah sebuah strategi pemecah belah.

"Partai Demokrat kan memang mendorong-dorong PKS keluar supaya dapat kursi yang ditinggalkan PKS. Makanya, mereka satu suara supaya kursi eks PKS didapat," ujar anggota Majelis Syuro PKS, Idris Lutfi.

Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II saat ini, ada tiga  kader PKS yang menjadi menteri. Mereka adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri. Jika ternyata PKS didepak dari koalisi, posisi ketiga menteri itu pun terancam dicopot.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

    Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

    Nasional
    Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

    Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

    Nasional
    Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

    Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

    Nasional
    Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

    Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

    Nasional
    1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

    1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

    Nasional
    Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

    Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

    Nasional
    Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

    Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

    Nasional
    Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

    Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

    Nasional
    Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

    Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

    Nasional
    Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

    Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

    Nasional
    Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

    Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

    UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

    Nasional
    Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

    Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

    Nasional
    UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

    UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

    Nasional
    UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

    UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X