Kompas.com - 14/06/2013, 17:41 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Riau Rusli Zainal yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) PON dan korupsi kehutanan berharap proses hukumnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cepat selesai. Setelah menjalani pemeriksaan selama lebih kurang enam jam, Jumat (14/6/2013), Rusli ditahan KPK di rumah tahanan yang berlokasi di basement Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Tenang saja, doakan saja, mudah-mudahan saja semuanya cepat berjalan dengan baik, sabar, tawakal, dan lebih dari itu, semua cepat selesai," kata Rusli di Gedung KPK saat menuju mobil tahanan yang menjemputnya.

Rusli tampak mengenakan baju tahanan KPK berupa rompi berwarna oranye. Seperti biasa, petinggi Partai Golkar ini tetap terlihat santai dan menebar senyum kepada wartawan. Rusli menyadari kalau penahanan ini pasti akan dihadapinya.

"Ini kan sebuah proses yang memang harus dijalani karena memang sudah ditetapkan, maka tentu proses penahanan ini segera dijalankan," ucap Rusli.

KPK menahan Rusli seusai memeriksa yang bersangkutan selama kurang lebih enam jam. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, penahanan ini dilakukan demi kepentingan penyidikan.

"Ditahan selama 20 hari pertama," ujar Johan.

Sebelumnya, KPK dua kali memeriksa Rusli sebagai tersangka. Dalam dua kali pemeriksaan tersebut, Rusli tidak ditahan dengan alasan penyidik KPK merasa belum perlu menahan orang nomor satu di Riau tersebut. Rusli ditetapkan sebagai tersangka atas tiga tuduhan perbuatan korupsi. Pertama, Rusli diduga menerima suap untuk meloloskan pembahasan Perda itu. Terkait pembahasan Perda yang sama, Rusli juga diduga menyuap sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Rusli ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan penyalahgunaan wewenang terkait penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada 2001 sampai 2006.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diundang Sosialisasi Alih Status, Eks Pegawai KPK Harap Posisi dan Peran di Polri Diperjelas

    Diundang Sosialisasi Alih Status, Eks Pegawai KPK Harap Posisi dan Peran di Polri Diperjelas

    Nasional
    Erupsi Semeru, Perintah Presiden Jokowi dan Kata Mbah Rono

    Erupsi Semeru, Perintah Presiden Jokowi dan Kata Mbah Rono

    Nasional
    Airlangga Minta Kader Golkar Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

    Airlangga Minta Kader Golkar Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

    Nasional
    Bakamla Evakuasi 2 Warga Terjebak di Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku

    Bakamla Evakuasi 2 Warga Terjebak di Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku

    Nasional
    Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi, Tertinggi Selama Pandemi

    Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi, Tertinggi Selama Pandemi

    Nasional
    Survei Indikator: Risma dan Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik

    Survei Indikator: Risma dan Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Erupsi Gunung Semeru Tak Seperti Letusan Merapi di 2010 | 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Semeru, Baru 2 Teridentifikasi

    [POPULER NASIONAL] Erupsi Gunung Semeru Tak Seperti Letusan Merapi di 2010 | 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Semeru, Baru 2 Teridentifikasi

    Nasional
    Erupsi Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat 30 Hari

    Erupsi Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat 30 Hari

    Nasional
    Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

    Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

    Nasional
    Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

    Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

    Nasional
    Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

    Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

    Nasional
    Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

    Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

    Nasional
    Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

    Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

    Nasional
    BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.