Kompas.com - 11/06/2013, 18:15 WIB
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com — Empat pelaku pembunuhan satu keluarga yang menyeret Ruben Pata Sambo dan anaknya, Markus Pata, pada hukuman mati, mengaku menuduh Ruben karena ada sentimen keluarga. Faktanya, Ruben bukan pelaku pembunuhan dari keluarga Andrias Pandin itu.

Isi pernyataan yang dibuat oleh keempat pelaku sebenarnya adalah bahwa pelaku pembunuhan itu ada empat orang. Di antaranya Agustinus Sambo (22), Yulianus Maraya (24), Juni (19), dan Petrus Ta'dan (17). Mereka semuanya asal Jalan Ampera, Makale, Tana Toraja.

"Pelibatan Ruben, Markus Pata Sambo, dan Martinus Pata dalam perkara ini adalah semata-mata karena sentimen keluarga. Ruben dan kedua anaknya sama sekali tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Andrias Pandin sekeluarga," tulis Agustinus Sambo dalam surat pernyataan bermaterai tertanggal 30 November 2006 lalu yang diterima Kompas.com, Selasa (11/6/2013).

Agustinus meminta kepada hakim untuk tidak menghukum Ruben dan kedua anaknya. "Sebelum pembunuhan dilakukan, tidak ada pertemuan di rumah Ruben, dan Ruben tidak pernah memberikan uang sebagai imbalan pembunuhan. Ruben tidak pernah merencanakan pembunuhan ini," tulis Agustinus.

Pernyataan yang sama juga ditulis tiga pelaku lainnya, yakni Yulianus Mataya, Juni, dan Petrus Ta'dan. Ketiganya mengaku sangat menyesal melibatkan orang tak bersalah dalam pembunuhan yang amat keji.

"Saya sangat berdosa telah menjerumuskan orang tak bersalah terlibat dalam kasus ini," kata Yulianus dan Juni.

Keduanya mengaku membuat pernyataan ini agar bisa menjalani hukuman dengan tenang.

"Saya membuat surat pernyataan ini agar tenang menjalani hukuman dan bisa bertobat kepada Tuhan. Saya membuat surat ini tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun," tulis Yulianus dan Juni.

Sementara isi surat pernyataan dari Petrus Ta'dan juga mengaku pelibatan Ruben dan kedua anaknya ke meja hukum karena menuruti perintah Agustinus Sambo.

"Dari itu, saya memohon kepada hakim untuk membebaskan Ruben dan anaknya. Pernyataan ini saya buat agar saya bisa tenang menjalani hukuman selama 10 tahun di penjara," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.