Kompas.com - 10/06/2013, 11:54 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Kerusuhan yang terjadi di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, terjadi karena tenaga kerja Indonesia (TKI) hilang kesabaran saat mengurus dokumen perjalanan. Para TKI meluapkan emosinya dengan melakukan perusakan di KJRI Jeddah. Hal itu diungkapkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Senin (10/6/2013), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, para TKI hilang kesabaran karena permintaan pengurusan dokumen tak kunjung selesai.

"Ya, sebetulnya karena terlampau banyak yang antre, kemudian terjadi kerusuhan," kata Muhaimin, sesaat sebelum menghadiri rapat bersama Komisi IX DPR.

Muhaimin mengungkapkan, kementerian telah mendapatkan informasi banyaknya permintaan pengurusan dokumen perjalanan para TKI di Arab Saudi. Untuk itu, sejak lima hari lalu, Kemenakertrans telah mengirimkan beberapa stafnya untuk memperkuat penanganan dan pelayanan di Arab Saudi.

Saat dikonfirmasi mengenai aksi pembakaran dalam kerusuhan tersebut, ia menegaskan, tak ada pembakaran gedung KJRI di Arab Saudi. Menurutnya, para TKI hanya melakukan perusakan dan membakar perkakas di luar gedung KJRI.

"Itu hanya plastik yang dibakar, dilebih-lebihkan saja," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ribuan pekerja Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, mengamuk di Konsulat Jenderal RI, Minggu (9/6/2013) waktu setempat. Mereka membakar beragam perkakas di pintu masuk Konsulat dan berusaha menerobos untuk melakukan pembakaran gedung. Aksi tersebut dipicu kemarahan atas proses dokumen perjalanan. Kerusuhan ini adalah buntut insiden pada Sabtu (8/6/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu para pekerja perempuan Indonesia "menyerbu" Konsulat untuk mendapatkan dokumen perjalanan. Setidaknya tiga perempuan terluka dan pingsan. Para pekerja Indonesia di Arab Saudi yang tak memiliki izin bekerja mendapatkan tenggat waktu hingga 3 Juli 2013 untuk "melegalkan" keberadaan dan aktivitas mereka.

Dokumen yang harus dipastikan mereka miliki adalah visa kerja. Perseteruan antara para pekerja, polisi, dan pejabat konsulat diduga dipicu oleh frustrasi para pekerja karena lamanya pengurusan dokumen dan kurangnya pengorganisasian di Konsulat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menanti Proses Pemeriksaan Polisi terhadap Rachel Vennya...

    Menanti Proses Pemeriksaan Polisi terhadap Rachel Vennya...

    Nasional
    Menteri PPPA Nilai Dugaan Asusila Kapolsek Parigi Moutong Rendahkan Martabat Perempuan

    Menteri PPPA Nilai Dugaan Asusila Kapolsek Parigi Moutong Rendahkan Martabat Perempuan

    Nasional
    UPDATE 20 Oktober: Ada 16.397 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 20 Oktober: Ada 16.397 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Rayakan HUT ke-21, Indika Energy Perkuat Komitmen Netral Karbon

    Rayakan HUT ke-21, Indika Energy Perkuat Komitmen Netral Karbon

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 1.207, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.077.748

    UPDATE: Bertambah 1.207, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.077.748

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 28, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 143.077 Orang

    UPDATE: Bertambah 28, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 143.077 Orang

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 914, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.201

    UPDATE: Bertambah 914, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.201

    Nasional
    Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Golkar Ingkatkan Pemulihan Kemiskinan Ekstrem Pasca-Pandemi

    Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Golkar Ingkatkan Pemulihan Kemiskinan Ekstrem Pasca-Pandemi

    Nasional
    Pemprov DKI Jakarta Dorong Perkembangan UMKM lewat Program Jakpreneur

    Pemprov DKI Jakarta Dorong Perkembangan UMKM lewat Program Jakpreneur

    Nasional
    PTM Terbatas Dimulai, Jokowi Minta Kepala Daerah Pastikan Sekolah Siap Disiplin Prokes

    PTM Terbatas Dimulai, Jokowi Minta Kepala Daerah Pastikan Sekolah Siap Disiplin Prokes

    Nasional
    Banteng, Celeng, dan Oligarki Partai Politik

    Banteng, Celeng, dan Oligarki Partai Politik

    Nasional
    HSN 2021, Ini Pesan Gus Muhaimin untuk Para Santri di Indonesia

    HSN 2021, Ini Pesan Gus Muhaimin untuk Para Santri di Indonesia

    Nasional
    Airlangga Ungkap Strategi Kemenangan Golkar, Minta Road Map Pemilu 2024

    Airlangga Ungkap Strategi Kemenangan Golkar, Minta Road Map Pemilu 2024

    Nasional
    Waketum Golkar Sebut Kader Terjerat Korupsi Belum Terbukti Bersalah, Hormati Proses Hukum

    Waketum Golkar Sebut Kader Terjerat Korupsi Belum Terbukti Bersalah, Hormati Proses Hukum

    Nasional
    Jokowi: Kondisi Dunia Saat Ini Penuh Ketidakpastian, Kita Harus Siaga

    Jokowi: Kondisi Dunia Saat Ini Penuh Ketidakpastian, Kita Harus Siaga

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.