Anas Urbaningrum Akan Jadi Saksi Sidang Antasari Vs Polri

Kompas.com - 05/06/2013, 11:50 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan dihadirkan sebagai saksi sidang gugatan praperadilan yang diajukan mantan Ketua KPK Antasari Azhar, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pekan depan. Anas dihadirkan sebagai saksi terkait tidak adanya kejelasan kasus SMS gelap pada bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

"Anas akan jadi saksi karena dia temannya Nasrudin. Pak Anas sudah bersedia hadir," ujar kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2013).

Boyamin menjelaskan, Anas sempat bertemu Nasrudin dua hari sebelum penembakan. Saat pertemuan itu Nasrudin tidak menunjukkan kegelisahan jika menerima SMS berupa ancaman.

"Waktu bertemu Anas, Nasrudin ceria saja. Tidak resah atau takut seperti orang yang telah terima SMS ancaman. Anas juga tidak ditunjukkan SMS itu,"  katanya.

Selain Anas, saksi ahli IT Agung Harsoyo juga akan dihadirkan untuk menunjukkan bahwa SMS berupa ancaman tersebut tidak pernah dikirim Antasari kepada Nasrudin.

Sidang gugatan praperadilan Antasari terhadap Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo kembali dijadwalkan di PN Selatan, hari ini. Pada jadwal sidang praperadilan minggu lalu, pihak kepolisian tidak hadir.

Gugatan itu terkait tidak adanya kejelasan penanganan kasus SMS gelap kepada almarhum Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran. Antasari menyatakan, kasus SMS gelap itu menyangkut bukti di pengadilan saat itu yang menjeratnya menjadi 18 tahun penjara. Hingga saat ini Antasari mengaku tidak pernah mengirim SMS berupa ancaman ke Nasrudin. Isi SMS saat itu, menurutnya, juga tak dapat dibuktikan di persidangan.

Seperti diketahui, Antasari pernah membuat laporan kasus SMS gelap ke Polri LP/555/VIII/2011/Bareskrim tanggal 25 Agustus 2011. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan atas penanganan kasus itu. Antasari mengaku tidak pernah mengirim SMS berupa ancaman pada Nasrudin. Dalam persidangan SMS itu juga tak dapat dibuktikan.

Selain itu, saksi ahli di bidang IT Agung Harsoyo menduga ancaman pesan singkat itu tidak dikirirm dari telepon genggam Antasari, tapi dikirim melalui alat teknologi informasi atau jaringan internet lain. SMS itu disebut dikirim Antasari setelah Nasrudin memergoki Antasari berduaan dengan Rani Juliani di Hotel Gran Mahakam, Jakarta.

Adapun SMS yang disebut dikirim oleh Antasari itu berisi, "Maaf mas, masalah ini cukup kita berdua saja yang tahu. Kalau sampai ter-blow up, tahu konsekuensinya." Antasari dihukum 18 tahun penjara atas kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Pengusutan kasus SMS gelap ini diharapkan dapat dijadikan bukti baru atau novum.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X