Kompas.com - 10/05/2013, 19:06 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengaku belum mengetahui target teror teroris kelompok Abu Roban. Mereka baru diketahui terlibat aksi perampokan untuk mendanai aksi teror.

"Secara spesifik, sampai pemeriksaan hari ini, kita belum mendapatkan suatu gambaran tentang adanya target tertentu yang mereka sampaikan," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2013).

Terkait pendanaan yang diduga untuk aksi teror Poso, Boy mengatakan bahwa pihak penyidik masih menggali informasi dari terduga teroris yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup.

"Kita harus melihat apa yang terungkap dari pemeriksaan mereka yang tertangkap. Jadi, tantangan kewajiban penyidik kita untuk mengungkap target-target yang sudah mereka rencanakan tapi belum kita ketahui," kata Boy.

Mereka antara lain telah beraksi di BRI Batang; BRI Grobokan; BRI Lampung; BRI Bandung; toko emas di Tambora, Jakarta Barat; kantor pos dan giro Bandung; serta percobaan pembakaran di Pasar Glodok, Jakarta Pusat. Total hasil rampokan mereka di BRI Batang, Grobokan, dan Lampung mencapai Rp 1,8 miliar. Uang itu diduga telah digunakan untuk membeli bahan peledak, operasional dalam merencanakan aksi teror, dan melakukan pelatihan teror.

Dari penangkapan di Jakarta dan Tangerang Selatan, polisi menyita sejumlah perhiasan yang diduga hasil perampokan di toko emas, juga uang senilai sekitar Rp 30 juta. Sementara itu, dari hasil penggeledahan di Bandung disita uang tunai Rp 6 juta. Polri saat ini masih menelusuri aliran dana hasil rampokan itu.

Hasil rampokan diduga telah digunakan untuk mendanai aksi teror di Poso. Abu Roban diketahui terkait DPO teroris Poso, yakni Santoso. Abu Roban juga terkait Abu Omar, pemasok senjata api dari Filipina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 melakukan penangkapan di sejumlah lokasi sejak Selasa (7/5/2013). Lokasi tersebut antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Kendal, Kebumen, dan Lampung. Total terduga teroris yang diringkus hingga saat ini sebanyak 24 orang, dan 7 orang di antaranya tewas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ini Daerah di NTT dan NTB yang Terapkan PPKM Level 3 hingga 8 November

    Ini Daerah di NTT dan NTB yang Terapkan PPKM Level 3 hingga 8 November

    Nasional
    Diperpanjang Hingga 8 November, Ini Daftar PPKM Level 3 di Pulau Kalimantan

    Diperpanjang Hingga 8 November, Ini Daftar PPKM Level 3 di Pulau Kalimantan

    Nasional
    OTT di Riau, Ketua KPK: Tim Masih di Lapangan

    OTT di Riau, Ketua KPK: Tim Masih di Lapangan

    Nasional
    Saat Melaksanakan Tugas, Polisi Diminta Lindungi Hak Privasi Warga

    Saat Melaksanakan Tugas, Polisi Diminta Lindungi Hak Privasi Warga

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 1 November, Ini Aturan Naik Kereta hingga Pesawat

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 1 November, Ini Aturan Naik Kereta hingga Pesawat

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Aturan Perjalanan Domestik bagi Sopir Logistik

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Aturan Perjalanan Domestik bagi Sopir Logistik

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, Kapasitas 'Dine In' dan Jam Buka Resto-Kafe Masih Dibatasi

    PPKM Diperpanjang, Kapasitas "Dine In" dan Jam Buka Resto-Kafe Masih Dibatasi

    Nasional
    Aturan PPKM Jawa-Bali: Kapasitas Mal 50 Persen, Tempat Permainan Anak di Mal Dibolehkan

    Aturan PPKM Jawa-Bali: Kapasitas Mal 50 Persen, Tempat Permainan Anak di Mal Dibolehkan

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Masuk Tempat Wisata

    PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Masuk Tempat Wisata

    Nasional
    KPK Lakukan OTT di Riau

    KPK Lakukan OTT di Riau

    Nasional
    Luhut Sebut Kasus Aktif Covid-19 Bisa Tersisa 1.000 jika Kasus Positif Terus Turun

    Luhut Sebut Kasus Aktif Covid-19 Bisa Tersisa 1.000 jika Kasus Positif Terus Turun

    Nasional
    Sidang Kasus Unlawful Killing terhadap Laskar FPI, Dua Polisi Didakwa Pasal Pembunuhan-Penganiayaan

    Sidang Kasus Unlawful Killing terhadap Laskar FPI, Dua Polisi Didakwa Pasal Pembunuhan-Penganiayaan

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, Ini Daftar Daerah di Sumatera Berstatus Level 3

    PPKM Diperpanjang, Ini Daftar Daerah di Sumatera Berstatus Level 3

    Nasional
    Gubernur Semakin Berpeluang Menjadi Presiden...

    Gubernur Semakin Berpeluang Menjadi Presiden...

    Nasional
    Aturan PPKM Level 1-2 di Jawa dan Bali, Bioskop Dibuka untuk Anak di Bawah 12 Tahun

    Aturan PPKM Level 1-2 di Jawa dan Bali, Bioskop Dibuka untuk Anak di Bawah 12 Tahun

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.