Presiden: Tindak Tegas Pelaku Perbudakan!

Kompas.com - 07/05/2013, 15:46 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin atas kasus perbudakan di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang, Banten. Presiden menyebut, perlakukan terhadap para buruh tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia.

"Presiden memerintahkan kepolisian agar menjalankan tugasnya dengan baik dan menindak tegas pelaku sesuai hukum," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Julian menambahkan, Presiden berharap agar masyarakat yang mengetahui praktik serupa atau melihat aktivitas ganjil terkait dunia usaha bisa segera melaporkan ke kepolisian. Dengan demikian, dapat terungkap seperti yang terjadi di Tangerang.

Seperti diberitakan, pada Jumat lalu aparat kepolisian berhasil membongkar praktik perbudakan di sebuah industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium yang berlokasi di Kampung Bayur Opak RT 003 RW 006, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Banten. Sebanyak 34 buruh berhasil dibebaskan dan sampai saat ini polisi telah mengamankan lima tersangka.

Dari ke-34 buruh itu, delapan orang di antaranya berasal dari Lampung, seorang dari Sukabumi, seorang warga Bandung, dan sisanya merupakan pekerja asal Cianjur. Para tersangka dikenai Pasal 333 KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Hal itu dilihat dari beberapa temuan, di antaranya pemilik pabrik tak membayar gaji sebagian besar buruh, pemilik pabrik juga tak memberikan fasilitas hidup yang layak, tak mengizinkan buruh untuk melakukan shalat, tidak memperbolehkan para buruh istirahat, serta melakukan penganiayaan terhadap buruh.

Kini, kelima tersangka ditahan dan diperiksa di Polresta Tangerang. Sebanyak 34 buruh yang dibebaskan dari pabrik itu dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

 

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Isu Reshuffle Menguat, Kursi Menteri Siapa Dapat

    Isu Reshuffle Menguat, Kursi Menteri Siapa Dapat

    Nasional
    Pemerintah Diminta Uji Kalung Antivirus Corona Sebelum Diproduksi Massal

    Pemerintah Diminta Uji Kalung Antivirus Corona Sebelum Diproduksi Massal

    Nasional
    Soal Kalung Antivirus, Menko PMK Sebut Perlu Ada Uji Klinis

    Soal Kalung Antivirus, Menko PMK Sebut Perlu Ada Uji Klinis

    Nasional
    Tangani Covid-19, Menko PMK Ingin Keterlibatan Perguruan Tinggi Lebih Kuat

    Tangani Covid-19, Menko PMK Ingin Keterlibatan Perguruan Tinggi Lebih Kuat

    Nasional
    PN Jaksel Kembali Gelar Sidang PK yang Diajukan Djoko Tjandra Hari Ini

    PN Jaksel Kembali Gelar Sidang PK yang Diajukan Djoko Tjandra Hari Ini

    Nasional
    UPDATE 6 Juli: 1.137 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 752 Sembuh

    UPDATE 6 Juli: 1.137 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 752 Sembuh

    Nasional
    Anggota Komisi IX DPR Ragukan Efektivitas Kalung Eucalyptys Antivirus Corona

    Anggota Komisi IX DPR Ragukan Efektivitas Kalung Eucalyptys Antivirus Corona

    Nasional
    Kekecewaan Masyarakat terhadap DPR atas Penundaan Pembahasan RUU PKS

    Kekecewaan Masyarakat terhadap DPR atas Penundaan Pembahasan RUU PKS

    Nasional
    63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

    63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

    Nasional
    Gugus Tugas: Pakai Masker dengan Benar, Tekan Penularan Covid-19 hingga 50 Persen

    Gugus Tugas: Pakai Masker dengan Benar, Tekan Penularan Covid-19 hingga 50 Persen

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Prediksi Menteri Tak Kena Reshuffle | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.607 Orang

    [POPULER NASIONAL] Prediksi Menteri Tak Kena Reshuffle | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.607 Orang

    Nasional
    Wakil Ketua KPK Minta Erick Thohir Laporkan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN

    Wakil Ketua KPK Minta Erick Thohir Laporkan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN

    Nasional
    Masyarakat Minta DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU PKS

    Masyarakat Minta DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU PKS

    Nasional
    Cegah Covid-19, Pesepeda Disarankan Tak Berkelompok Lebih dari Lima Orang

    Cegah Covid-19, Pesepeda Disarankan Tak Berkelompok Lebih dari Lima Orang

    Nasional
    RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas di Saat Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

    RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas di Saat Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X