Kompas.com - 30/04/2013, 10:30 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak kejaksaan dan kepolisian masih terus melacak keberadaan mantan Kabareskrim Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji. Keberadaannya misterius. Secara mengejutkan, Susno justru tampil dalam sebuah rekaman video yang diunggah ke Youtube pada Senin (29/4/2013) sore. Rekaman video diambil dari tempat persembunyiannya di Jawa Barat.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Ode Ida menilai, tindakan yang dilakukan Susno mulai dari meminta perlindungan polisi hingga rekaman video itu adalah konspirasi yang dibantu oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, aparat penegak hukum sudah tahu posisi Susno sebenarnya.

"Mustahil aparat tak tahu di mana Susno berada, apalagi jajaran kepolisian. Tapi, karena hendak dilindungi, mereka seolah-olah tak tahu menahu," kata La Ode, Selasa (30/4/2013).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan kepolisian dalam proses eksekusi Susno, Rabu (24/4/2013) lalu, bagian dari upaya perlindungan. Namun, tindakan ini, dinilai La Ode, telah mempertaruhkan wibawa polisi di mata publik.

Selain itu, menurut La Ode, Presiden SBY tak tegas dalam mengoordinasikan pimpinan kepolisian dan kejaksaan terkait eksekusi Susno. SBY dinilai menjadikan kasus susno sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan komitmen kepolisian dalam pemberantasan korupsi.

"Dengan drama Susno itu, patut diindikasikan pimpinan dan para petinggi polisi sudah sangat rendah derajat komitmennya terhadap pemberantasan korupsi, bahkan melakukan pembelaan terhadap koruptor sehingga SBY harus memberi sanksi tegas kepada mereka. Artinya, jika SBY tak memberi sanksi, kita pun perlu mencurigai adanya yang tak beres," kata La Ode, yang kini menjadi politisi Partai Amanat Nasional.

Susno muncul di Youtube

Setelah gagalnya proses eksekusi, keberadaan Susno misterius. Ia diburu kejaksaan dan kepolisian. Kejaksaan Agung telah menetapkan statusnya sebagai buron. Namun, pada Senin (29/4/2013) sore, muncul video Susno di Youtube.

Video tersebut diunggah oleh akun Yohana Celia sekitar pukul 16.00. Susno tampak mengenakan batik dengan motif berwarna hitam dan putih. Ia bicara di sebuah tempat dengan latar belakang putih. Dalam video berdurasi 15 menit 34 detik itu, Susno mengatakan, ia berada di daerah pemilihannya di dapil 1 Jawa Barat. Susno merupakan bakal calon legislatif Partai Bulan Bintang."Saya berada dalam keadaan sehat walafiat. Saya berada di daerah pemilihan saya di dapil 1 Jawa Barat. Tidak benar saya melarikan diri. Saya tidak berada di muka umum untuk menghindari eksekusi liar," kata Susno.

Ia menuding jaksa mempertontonkan ketidakpatutan hukum saat mencoba mengeksekusi dirinya beberapa waktu lalu di kediamannya di kawasan Dago Pakar, Bandung. Ia menyatakan, eksekusi yang dilakukan jaksa tidak memiliki dasar hukum.

Buron

Sementara itu, sejak Senin (29/4/2013) kemarin, kejaksaan resmi menetapkan status Susno sebagai buron. "Kepadanya telah dilakukan pemanggilan secara sah dan patut. Yang berarti secara de facto yang bersangkutan telah menjadi buron," tulis Wakil Jaksa Agung Darmono melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Senin (29/4/2013) pagi.

Darmono mengatakan, kini pihaknya juga tidak mengetahui keberadaan Susno. Tim dari kejaksaan dibantu Resmob Polda Metro Jaya telah mendatangi kediaman Susno di Cinere, Depok, dan keluarganya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2013). Namun, Susno tidak ada di tempat tersebut.

Baca juga:
Yusril: Ini Alasan Mengapa Kejaksaan Tak Konsisten
Eksekusi Susno, Negara Tidak Boleh Kalah
Dari Tempat Persembunyian, Susno Duadji Bicara di Youtube
Sembunyi di Jabar, Susno Samakan Diri dengan Galileo
Susno Tantang Jaksa Agung Basrief Arief

Berita terkait eksekusi Susno dapat diikuti dalam topik:
Eksekusi Susno Duadji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dubes RI di AS Rosan Roeslani Serahkan Surat-surat Kepercayaan ke Joe Biden

    Dubes RI di AS Rosan Roeslani Serahkan Surat-surat Kepercayaan ke Joe Biden

    Nasional
    Kasus Suap Wali Kota Rahmat Effendi, KPK Panggil 3 Lurah sebagai Saksi

    Kasus Suap Wali Kota Rahmat Effendi, KPK Panggil 3 Lurah sebagai Saksi

    Nasional
    WNI Pekerja Pertanian Bakal Bebas Visa Untuk Bekerja di Australia

    WNI Pekerja Pertanian Bakal Bebas Visa Untuk Bekerja di Australia

    Nasional
    Akhir Drama Pernyataan Arteria Dahlan, Minta Maaf dan Dijatuhi Sanksi oleh PDI-P

    Akhir Drama Pernyataan Arteria Dahlan, Minta Maaf dan Dijatuhi Sanksi oleh PDI-P

    Nasional
    Polri Akan Tindak Penimbun Minyak Goreng Rp 14.000, Ancamannya Denda Rp 50 Miliar

    Polri Akan Tindak Penimbun Minyak Goreng Rp 14.000, Ancamannya Denda Rp 50 Miliar

    Nasional
    7 Atensi Prabowo Terkait Pertahanan dalam Rapim Kemenhan 2022

    7 Atensi Prabowo Terkait Pertahanan dalam Rapim Kemenhan 2022

    Nasional
    KPU Usulkan Alternatif Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

    KPU Usulkan Alternatif Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

    Nasional
    OTT Hakim PN Surabaya: Dugaan Kongkalikong Bubarkan Perusahaan untuk Bagi Keuntungan

    OTT Hakim PN Surabaya: Dugaan Kongkalikong Bubarkan Perusahaan untuk Bagi Keuntungan

    Nasional
    Bertambah 51, Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet 2.687

    Bertambah 51, Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet 2.687

    Nasional
    Lebih dari 2.000 Kasus Covid-19 Sehari dan 1.000 Omicron, Indonesia Masuki Gelombang 3 Pandemi

    Lebih dari 2.000 Kasus Covid-19 Sehari dan 1.000 Omicron, Indonesia Masuki Gelombang 3 Pandemi

    Nasional
    Itong Isanini Tersangka Suap, KY Ungkap Laporan Pelanggaran Etik Hakim di Jatim Ranking Dua

    Itong Isanini Tersangka Suap, KY Ungkap Laporan Pelanggaran Etik Hakim di Jatim Ranking Dua

    Nasional
    Tertutupnya Mabes Polri soal Asal Usul Pelat Mirip Polisi yang Dimiliki Arteria Dahlan

    Tertutupnya Mabes Polri soal Asal Usul Pelat Mirip Polisi yang Dimiliki Arteria Dahlan

    Nasional
    Itong Isnaini Tersangka, KY: Ada Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

    Itong Isnaini Tersangka, KY: Ada Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

    Nasional
    Satgas Sebut Belum Ada Gejala Khas yang Timbul akibat Varian Omicron

    Satgas Sebut Belum Ada Gejala Khas yang Timbul akibat Varian Omicron

    Nasional
    Megaproyek IKN, 20.000 Masyarakat Adat Tersingkir dan Dugaan 'Hapus Dosa' Korporasi

    Megaproyek IKN, 20.000 Masyarakat Adat Tersingkir dan Dugaan "Hapus Dosa" Korporasi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.