Kompas.com - 29/04/2013, 20:29 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian RI menyatakan siap membantu pihak kejaksaan untuk mencari buron Kejaksaan Agung Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji, apalagi setelah Susno memberi pernyataan lewat Youtube dan mengatakan berada di daerah pemilihan Jawa Barat 1.

"Polisi siap berikan bantuan. Kita berkomitmen mendukung kejaksaan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar saat dihubungi, Senin (29/4/2013).

Ia mengatakan, polisi segera berkoordinasi untuk mencari Susno. Meski telah muncul di Youtube, polisi dan kejaksaan masih harus mencari keberadaan pasti mantan Kabareskrim Polri itu. Polisi, kata Boy, siap mengawal pelaksanaan penjemputan paksa nantinya.

"Jawa Barat kan luas, satu provinsi. Pak Jaksa Agung Basrief Arief bilang masih menyelidiki. Kita siap membantu," kata Boy.

Dalam statusnya sebagai buron, Susno tiba-tiba muncul dalam video yang diunggah lewat Youtube berjudul SUSNO DUADJI dengan keterangan "Jangan tuduh aku membangkang justru aku berjuang menegakkan hukum, kebenaran, dan keadilan".

Video yang diunggah oleh akun Yohana Celia itu berdurasi 15 menit 34 detik. Dalam video itu, Susno terlihat mengenakan kemeja batik berwarna hitam dan putih. Susno memberikan pernyataan tentang penolakan eksekusinya. Ia berpendapat, eksekusi yang dilakukan jaksa tidak memiliki dasar hukum.

Tim gabungan kejaksaan pernah mencoba mengeksekusi Susno di rumah Susno di kawasan Dago Pakar, Bandung. Susno menolak eksekusi dan meminta pengamanan Polda Jawa Barat. Sejak saat itu, Susno menghilang sampai akhirnya muncul video itu.

Baca juga:
Di Mana Susno Duadji?
Sebenarnya, Bisakah Susno Duadji Dieksekusi?

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Eksekusi Susno Duadji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wamenkes Merasa Pede Libur Lebaran Tak Tingkatkan Kasus Covid-19

    Wamenkes Merasa Pede Libur Lebaran Tak Tingkatkan Kasus Covid-19

    Nasional
    Penolakan Gubernur Lantik Penjabat Dinilai karena Dampak Ketiadaan Regulasi soal Pemilihan

    Penolakan Gubernur Lantik Penjabat Dinilai karena Dampak Ketiadaan Regulasi soal Pemilihan

    Nasional
    Kapolri: Pemilu 2024 Jauh Lebih Kompleks, Perlu Pengamanan Lebih Awal

    Kapolri: Pemilu 2024 Jauh Lebih Kompleks, Perlu Pengamanan Lebih Awal

    Nasional
    Pimpinan Komisi II Sebut Gubernur Harus Lantik Penjabat yang Ditunjuk Mendagri

    Pimpinan Komisi II Sebut Gubernur Harus Lantik Penjabat yang Ditunjuk Mendagri

    Nasional
    MAKI: Koruptor Seharusnya Dituntut 20 Tahun atau Seumur Hidup

    MAKI: Koruptor Seharusnya Dituntut 20 Tahun atau Seumur Hidup

    Nasional
    Jokowi Beri Tugas Khusus Lagi buat Luhut, Kali Ini Urusan Minyak Goreng

    Jokowi Beri Tugas Khusus Lagi buat Luhut, Kali Ini Urusan Minyak Goreng

    Nasional
    Wamenkes: Kalau Kasus Hepatitis Akut Merebak Cepat, Kita Bentuk Satgas

    Wamenkes: Kalau Kasus Hepatitis Akut Merebak Cepat, Kita Bentuk Satgas

    Nasional
    KPK: Analisis Vonis Kasus Korupsi 2021 ICW Salah Kaprah

    KPK: Analisis Vonis Kasus Korupsi 2021 ICW Salah Kaprah

    Nasional
    Mentan: Hewan Kurban Tak Berasal dari Daerah Zona Merah PMK

    Mentan: Hewan Kurban Tak Berasal dari Daerah Zona Merah PMK

    Nasional
    Namanya Diganti Jadi Partai Mahasiswa Indonesia, Parkindo 1945: Ini Cacat Hukum

    Namanya Diganti Jadi Partai Mahasiswa Indonesia, Parkindo 1945: Ini Cacat Hukum

    Nasional
    Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Kemenlu Beri Penjelasan soal Kondisi Covid-19 di Tanah Air

    Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Kemenlu Beri Penjelasan soal Kondisi Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    Menilik Kesibukan Silaturahmi NU Menjelang Tahun Politik

    Menilik Kesibukan Silaturahmi NU Menjelang Tahun Politik

    Nasional
    UPDATE 23 Mei: 2.890 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 23 Mei: 2.890 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 23 Mei: Sebaran 174 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

    UPDATE 23 Mei: Sebaran 174 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

    Nasional
    UPDATE 23 Mei: Ada 2.610 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    UPDATE 23 Mei: Ada 2.610 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.