Kompas.com - 29/04/2013, 19:27 WIB
Penulis Hindra Liauw
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen (Purn) Susno Duadji mengimbau pejabat negara agar tak menggunakan perkaranya untuk mencari popularitas. Susno meminta mereka memahami tugasnya masing-masing dan tak melakukan intervensi di bidang penegakan hukum.

"Ada seorang Menko yang memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk mengeksekusi saya. Saya kira ini sudah amburadul. Tugas menteri tidak boleh mencampuri urusan peradilan. Eksekusi adalah urusan peradilan," kata Susno yang berbicara dari tempat persembunyiannya di Jawa Barat, Senin (29/4/2013). Pernyataan ini disampaikan purnawirawan jenderal bintang tiga itu melalui Youtube.

Susno meminta Menteri Koordinator itu untuk tidak memaksakan kehendaknya. "Kalau beliau mau mencari jalan keluar, undang pihak saya," imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Djoko Suyanto memerintahkan Jaksa Agung Basrief Arief dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo untuk berkoordinasi agar putusan terhadap Susno bisa dijalankan. "Prinsipnya, semua pihak harus mematuhi dan mengikuti apa yang menjadi keputusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Itu harus menjadi pijakan kita dalam penegakan hukum. Itu sikap pemerintah," katanya.

Pada kesempatan itu, Susno juga mengkritik seorang seniornya yang dipandang menjelek-jelekannya. "Senior saya, seorang perwira tinggi di stasiun TV mengkritik saya. Saya yakin kemampuan hukumnya rendah. Saya yakin dia tidak menguasai perkara saya, tapi kemudian memberi komentar negatif kepada saya," katanya.

Sebaliknya, purnawirawan jenderal bintang tiga ini memuji sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk melakukan penegakan hukum secara benar dan adil.

"Ini hendaknya dipahami secara benar oleh Jaksa Agung dan Kapolri," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Indonesia Buka Pintu Wisata 'Travel Bubble' Batam-Bintan-Singapura di Tengah Lonjakan Omicron

    Indonesia Buka Pintu Wisata "Travel Bubble" Batam-Bintan-Singapura di Tengah Lonjakan Omicron

    Nasional
    Pastikan Bed Occupancy Rate RS Aman, Luhut: Tapi Jangan Anggap Enteng Omicron

    Pastikan Bed Occupancy Rate RS Aman, Luhut: Tapi Jangan Anggap Enteng Omicron

    Nasional
    Kasus Omicron Makin Banyak, Menkes Perintahkan Percepat Deteksi Lewat PCR SGTF

    Kasus Omicron Makin Banyak, Menkes Perintahkan Percepat Deteksi Lewat PCR SGTF

    Nasional
    Menkes: Ada 1.600 Kasus Omicron, 20 di Antaranya Butuh Bantuan Oksigen

    Menkes: Ada 1.600 Kasus Omicron, 20 di Antaranya Butuh Bantuan Oksigen

    Nasional
    Jaksa Nilai Azis Syamsuddin Berbelit-belit dan Merusak Citra DPR

    Jaksa Nilai Azis Syamsuddin Berbelit-belit dan Merusak Citra DPR

    Nasional
    Anggota DPR: Aset Negara Jangan Dijual untuk Danai Ibu Kota Baru

    Anggota DPR: Aset Negara Jangan Dijual untuk Danai Ibu Kota Baru

    Nasional
    Kasus DID Tabanan, KPK Panggil 4 Manajer Hotel di Jakarta sebagai Saksi

    Kasus DID Tabanan, KPK Panggil 4 Manajer Hotel di Jakarta sebagai Saksi

    Nasional
    Dua Putra Jokowi Dilaporkan ke KPK, Pelapor Dilaporkan Balik, Apa Masalahnya?

    Dua Putra Jokowi Dilaporkan ke KPK, Pelapor Dilaporkan Balik, Apa Masalahnya?

    Nasional
    Luhut: Peningkatan Kasus Omicron Lebih Rendah dari Delta, Pemerintah Pegang Kendali Penuh

    Luhut: Peningkatan Kasus Omicron Lebih Rendah dari Delta, Pemerintah Pegang Kendali Penuh

    Nasional
    Azis Syamsuddin Dituntut Pencabutan Hak Politik Selama 5 Tahun

    Azis Syamsuddin Dituntut Pencabutan Hak Politik Selama 5 Tahun

    Nasional
    Kasus Covid-19 Melonjak, Perhimpunan Dokter Paru Khawatir Sistem Kesehatan Kewalahan

    Kasus Covid-19 Melonjak, Perhimpunan Dokter Paru Khawatir Sistem Kesehatan Kewalahan

    Nasional
    Polemik Pelat Mobil Arteria, Polri Dinilai Lemah Menindak Elite dan Orang Berduit

    Polemik Pelat Mobil Arteria, Polri Dinilai Lemah Menindak Elite dan Orang Berduit

    Nasional
    Mengenal Komando Armada Republik Indonesia, Satuan Baru TNI

    Mengenal Komando Armada Republik Indonesia, Satuan Baru TNI

    Nasional
    Gejala Omicron Sulit Dibedakan dari Flu Biasa, jika Merasa Sakit, Segeralah Testing!

    Gejala Omicron Sulit Dibedakan dari Flu Biasa, jika Merasa Sakit, Segeralah Testing!

    Nasional
    Polri Diminta Transparan Terkait Polemik Pelat Mobil Arteria Dahlan

    Polri Diminta Transparan Terkait Polemik Pelat Mobil Arteria Dahlan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.