Kompas.com - 03/04/2013, 15:44 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak untuk segera membentuk tim investigasi independen terkait kasus penyerangan empat tahanan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Penyelidikan independen dinilai paling tepat untuk menghindari konflik kepentingan institusi lembaga negara yang diduga terkait kasus tersebut.

Hendardi dari Setara Institute menilai, banyaknya tim investigasi bentukan TNI, Polri, hingga Komnas HAM justru akan semakin mengaburkan fakta. "Oleh karena itu, tim investigasi eksternal yang kredibel harus segera dibentuk. Jangan sampai ada impunitas dari lembaga tertentu membuat kasus ini tak terbongkar," ujar Hendardi dalam rapat dengar pendapat dengan Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2013).

Hendardi mengaku tak begitu percaya dengan kinerja dua lembaga penegak hukum, yakni TNI dan Polri dalam mengusut kasus ini. Ia pun mengkritik pernyataan Pangdam yang mengatakan bahwa pelaku penyerangan adalah gerombolan bersenjata. "Di negara ini, tak ada istilahnya pasukan siluman atau gerombolan bersenjata. Kali ini yang terjadi menunjukkan keahlian terlatih," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti meminta DPR melaksanakan fungsi pengawasannya dengan berkomunikasi dengan Presiden untuk segera membentuk tim penyelidik independen dalam kasus ini.

"Penyelidik independen penting agar tidak ada bias dalam penanganan kasus. Dengan demikian, maka kredibilitas hasil investigasi akan tinggi karena dilakukan oleh pihak-pihak yang independen," ucap Poengky.

Selain itu, Poengky mengatakan, pimpinan DPR juga perlu meminta komisi-komisi berwenang, khususnya Komisi I dan Komisi III, segera memanggil para pimpinan dari institusi-institusi terkait dengan kasus tersebut. "Utamanya, Panglima TNI, Kapolri, Menkumham untuk menjelaskan kasus tersebut dan sampai di mana upaya pengungkapan kasus tersebut telah dilaksanakan," katanya.

Sementara itu, mantan jaksa senior, Chairul Imam, menilai, tim independen itu diisi oleh pihak eksternal. TNI dan Polri tidak boleh terlibat di dalam tim independen tersebut. "Tim independen harus di luar TNI dan Polri," imbuhnya.

Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman, DI Yogyakarta, diserbu sekelompok orang pada hari Sabtu (23/3/2013) pukul 01.00 dini hari. Empat orang dilaporkan tewas. Saat itu datang tiga truk bermuatan sekitar 15 orang bersenjata lengkap dan menggunakan tutup kepala serta pelindung tubuh. Mereka memaksa masuk LP, tetapi dilarang oleh penjaga LP.

Kelompok bertopeng ini kemudian melempar granat dan melukai penjaga LP, lalu mencari pelaku pengeroyokan anggota TNI Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo, Sersan Satu Santoso di Hugos Cafe, Yogyakarta. Kelompok bersenjata ini pun menembak mati empat pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI di Hugos Cafe.

Setelah melakukan aksinya, kelompok ini langsung kabur meninggalkan LP. Aksi mereka pun melukai sedikitnya delapan petugas keamanan dan merusak CCTV di lapas. Menurut informasi dari Humas Ditjen Pemasyarakatan, petugas yang luka di antaranya Widiatmana dengan pangkat III/a yang mengalami luka di dagu, serta Supratikno, pangkat II/c yang mengalami luka di mata kanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PBHI: Kasus Brigadir J Jangan Jadi Ajang Politik Kelompok Internal Polri

    PBHI: Kasus Brigadir J Jangan Jadi Ajang Politik Kelompok Internal Polri

    Nasional
    Setara Institute: Proses Hukum maupun Etik terhadap Polisi yang Diduga Terlibat Kematian Brigadir J mesti Terbuka

    Setara Institute: Proses Hukum maupun Etik terhadap Polisi yang Diduga Terlibat Kematian Brigadir J mesti Terbuka

    Nasional
    Tanggal 18 Agustus Hari Memperingati Apa?

    Tanggal 18 Agustus Hari Memperingati Apa?

    Nasional
    Beda Paminal dan Provos

    Beda Paminal dan Provos

    Nasional
    Kejagung Bidik Aset Surya Darmadi di Luar Negeri

    Kejagung Bidik Aset Surya Darmadi di Luar Negeri

    Nasional
    Prabowo Kembali Puji Jokowi, Kali Ini Soal 'Team Work'

    Prabowo Kembali Puji Jokowi, Kali Ini Soal "Team Work"

    Nasional
    Selain di Jambi, Densus 88 Juga Tangkap 3 Terduga Teroris di Jakarta dan Sumsel

    Selain di Jambi, Densus 88 Juga Tangkap 3 Terduga Teroris di Jakarta dan Sumsel

    Nasional
    JPPR Nilai Antusiasme Publik Bentuk Partai Belum Diimbangi Keseriusan Bangun Jaringan

    JPPR Nilai Antusiasme Publik Bentuk Partai Belum Diimbangi Keseriusan Bangun Jaringan

    Nasional
    UPDATE 16 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,68 Persen, Ketiga 25,10 Persen

    UPDATE 16 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,68 Persen, Ketiga 25,10 Persen

    Nasional
    Diretas “Indian Cyber Mafia”, Situs Web Kostrad Kini dalam Perbaikan

    Diretas “Indian Cyber Mafia”, Situs Web Kostrad Kini dalam Perbaikan

    Nasional
    Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan Anshor Daulah di Jambi

    Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan Anshor Daulah di Jambi

    Nasional
    UPDATE 16 Agustus 2022: Bertambah 5.869, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.292.231

    UPDATE 16 Agustus 2022: Bertambah 5.869, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.292.231

    Nasional
    ICW Kritik Pidato Jokowi Terkait Isu Pemberantasan Korupsi

    ICW Kritik Pidato Jokowi Terkait Isu Pemberantasan Korupsi

    Nasional
    Soal Penanganan Kasus Kematian Brigadir J, Puan: Ini Momentum Polri Perbaiki Kinerja

    Soal Penanganan Kasus Kematian Brigadir J, Puan: Ini Momentum Polri Perbaiki Kinerja

    Nasional
    Komisi III DPR Berkomitmen Segera Selesaikan RUU KUHP

    Komisi III DPR Berkomitmen Segera Selesaikan RUU KUHP

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.