Kompas.com - 22/03/2013, 23:44 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Endriartono Sutarto tidak percaya jika aksi demo 25 Maret mendatang dikatakan sebagai aksi kudeta. Pasalnya, selain Indonesia tidak memiliki budaya kudeta layaknya negara-negara lain, dirinya tidak melihat adanya keinginan dari pihak militer untuk melakukan kudeta.

"Saya tidak melihat adanya upaya-upaya yang dilakukan TNI untuk melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional," kata Endriartono saat ditemui seusai diskusi publik bertajuk Penegakan Hukum vs Kepentingan Politik, Islam dan Militer, di Rumah Kebangsaan, Jumat (22/3/2013).

Akan tetapi, kalaupun terjadi kudeta, maka pemerintahan baru hasil kudeta itu tidak akan berlangsung lama. "Yang terjadi adalah justru timbul counter kudeta berulang-ulang terhadap pemerintahan baru sehingga stabilitas keamanan nasional pun akan terganggu," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Endriarto ini menambahkan, kudeta militer bukanlah jalan terbaik untuk menggulingkan suatu pemerintahan. "Akan lebih baik jika kudeta dilakukan secara halus, dengan cara masuk lewat partai politik, dan kemudian mengelola partai politik itu secara baik sehingga masyarakat akan memilih partai politik itu saat pemilihan umum. Cara seperti itu menurut saya akan mendorong negara menuju stabilitas yang baik," jelasnya.

Pekan lalu, Presiden SBY juga mengundang mantan Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Prabowo Subianto dan tujuh jenderal TNI lainnya. Seluruh tamu SBY itu sepakat mengatakan akan mendukung pemerintahan hingga akhir masa pemerintahannya tanpa ada gonjang-ganjing politik.

Presiden juga sempat meminta kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu agar jangan keluar jalur demokrasi. Presiden juga meminta kepada mereka agar jangan ada upaya untuk membuat pemerintahan terguncang.

"Saya hanya berharap kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu tetaplah berada dalam koridor demokrasi. Itu sah. Tetapi kalau lebih dari itu, apalagi kalau lebih dari sebuah rencana untuk membuat gonjang-ganjingnya negara kita, untuk membuat pemerintah tidak bisa bekerja, saya khawatir ini justru akan menyusahkan rakyat kita," kata Presiden.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Imigrasi Sebut Surya Darmadi Dijadwalkan Mendarat di Bandara Soetta dari China

    Imigrasi Sebut Surya Darmadi Dijadwalkan Mendarat di Bandara Soetta dari China

    Nasional
    LPSK: Bukan Pelaku Utama, Bharada E Penuhi Syarat Jadi Justice Collaborator

    LPSK: Bukan Pelaku Utama, Bharada E Penuhi Syarat Jadi Justice Collaborator

    Nasional
    Jumlah Parpol Pendaftar Pemilu Meningkat, Perludem: Pengalaman Sebelumnya Banyak Parpol Gugur saat Verifikasi

    Jumlah Parpol Pendaftar Pemilu Meningkat, Perludem: Pengalaman Sebelumnya Banyak Parpol Gugur saat Verifikasi

    Nasional
    Formasi 77 Jet Tempur TNI AU akan Terbang di Atas Istana Negara Saat Peringatan HUT ke-77 RI

    Formasi 77 Jet Tempur TNI AU akan Terbang di Atas Istana Negara Saat Peringatan HUT ke-77 RI

    Nasional
    Polri Jamin Keselamatan Bharada E yang Dapat Perlindungan Darurat LPSK

    Polri Jamin Keselamatan Bharada E yang Dapat Perlindungan Darurat LPSK

    Nasional
    Menag: Antrean Calon Jemaah Haji Lansia RI Mencapai 700 Ribu, Harus Ada Solusi

    Menag: Antrean Calon Jemaah Haji Lansia RI Mencapai 700 Ribu, Harus Ada Solusi

    Nasional
    DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Siaga Kebencanaan untuk Tenaga Medis

    DMC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Siaga Kebencanaan untuk Tenaga Medis

    Nasional
    Komnas HAM Periksa Bharada E di Bareskrim Polri Sore Ini

    Komnas HAM Periksa Bharada E di Bareskrim Polri Sore Ini

    Nasional
    Pendukung yang Kecewa Prabowo Gabung ke Pemerintahan Jokowi Diprediksi Beralih Dukung Anies

    Pendukung yang Kecewa Prabowo Gabung ke Pemerintahan Jokowi Diprediksi Beralih Dukung Anies

    Nasional
    Demokrat Bakal Fokus Bangun Koalisi Usai Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2024

    Demokrat Bakal Fokus Bangun Koalisi Usai Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2024

    Nasional
    Bidik Suara Loyalis Soeharto, Parsindo Dinilai Harus Belajar dari Pengalaman Berkarya

    Bidik Suara Loyalis Soeharto, Parsindo Dinilai Harus Belajar dari Pengalaman Berkarya

    Nasional
    Versi Pengacara soal Kejadian di Magelang: Tidak Ada Pelecehan, Adik Brigadir J Malah Diundang Datang

    Versi Pengacara soal Kejadian di Magelang: Tidak Ada Pelecehan, Adik Brigadir J Malah Diundang Datang

    Nasional
    Antigen Tak Berlaku Lagi, Penumpang Kereta Jarak Jauh Wajib PCR atau Vaksin Booster

    Antigen Tak Berlaku Lagi, Penumpang Kereta Jarak Jauh Wajib PCR atau Vaksin Booster

    Nasional
    Menziarahi Pancasila, Husein dan Sukarno

    Menziarahi Pancasila, Husein dan Sukarno

    Nasional
    Prabowo Disebut Lihai Mainkan Suasana Kebatinan Pendukung Jokowi

    Prabowo Disebut Lihai Mainkan Suasana Kebatinan Pendukung Jokowi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.