Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KPK Minta Choel Kembalikan Uang yang Diterimanya

Kompas.com - 12/02/2013, 18:05 WIB
Icha Rastika

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif FOX Indonesia Choel Mallarangeng mengaku diminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembalikan uang miliaran rupiah yang diterimanya dari Komisaris PT Global Daya Manunggal Herman Prananto serta dari Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar. Permintaan itu disampaikan selama Choel menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus Hambalang, di KPK, Selasa (12/2/2013).

“Sempat disinggung, KPK memberikan kesempatan kepada saya untuk mengembalikan dana yang saya pernah terima yang saya dapatkan sebelumnya dari Pak Herman juga dari Deddy Kusdinar,” kata Choel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta seusai pemeriksaan. Atas permintaan itu, Choel mengatakan akan mengumpulkan uang dan menyerahkannya pada KPK.

“Dalam satu, dua minggu ini dalam bulan ini, saya akan mengatur, mengumpulkan uang tersebut untuk mengembalikannya kepada KPK,” tambah Choel. Dia menolak menyebutkan berapa nominal uang yang pernah diterimanya dan meminta wartawan menanyakannya pada KPK. Adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng itu pun menolak disebut kalau dialah yang meminta uang kepada Herman dan Deddy.

Seusai diperiksa KPK bulan lalu, Choel mengaku pernah menerima uang Rp 2 miliar dari komisaris PT Global Daya Manunggal Herman Prananto. Adapun, PT Global merupakan salah satu perusahaan subkontraktor PT Adhi Karya dalam mengerjakan proyek Hambalang. Menurut Choel, uang dari Herman itu diterimanya pada Mei 2010 melalui Staf Khusus Menteri Olahraga Bidang Kepemudaan Muhammad Fakhruddin. Namun, Choel mengatakan bahwa uang itu tidak ada kaitannya dengan proyek Hambalang.

Selain dari Herman, Choel mengatakan pernah menerima uang dari Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar. Uang tersebut diterima Choel dari Deddy sekitar Agustus 2010. Saat itu, Deddy belum menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang.

Dia juga menegaskan kalau uang dari Deddy itu tidak berkaitan dengan proyek Hambalang. Namun Choel mengaku tidak tahu persis motif pemberian uang oleh Deddy tersebut. Dia menganggap uang dari Deddy yang tidak mau disebutkan jumlahnya itu sebagai hadiah karena diberikan saat Choel berulang tahun.

Dalam kasus Hambalang, KPK menetapkan dua tersangka, yakni Andi dan Deddy. Keduanya diduga melakukan perbuatan melawan hukum penyalahgunaan wewenang sehingga menimbulkan kerugian negara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Tanggal 25 April 2024 Memperingati Hari Apa?

    Tanggal 25 April 2024 Memperingati Hari Apa?

    Nasional
    Singgung Konflik Global, Panglima Minta TNI AU Adaptif terhadap Perkembangan

    Singgung Konflik Global, Panglima Minta TNI AU Adaptif terhadap Perkembangan

    Nasional
    Cak Imin Masih Bakal Diskusi dengan Dewan Syuro PKB soal Langkah Politik

    Cak Imin Masih Bakal Diskusi dengan Dewan Syuro PKB soal Langkah Politik

    Nasional
    KSAD Terima Kunjungan Komandan Jenderal Angkatan Darat AS Wilayah Pasifik, Ini yang Dibahas

    KSAD Terima Kunjungan Komandan Jenderal Angkatan Darat AS Wilayah Pasifik, Ini yang Dibahas

    Nasional
    Lanjutkan Silaturahim ke PKB, Anies Mengaku Belum Bahas Langkah Politik ke Depan

    Lanjutkan Silaturahim ke PKB, Anies Mengaku Belum Bahas Langkah Politik ke Depan

    Nasional
    Akui Kekalahan pada Pilpres, Cak Imin Bilang Koalisi Perubahan Sudah Selesai

    Akui Kekalahan pada Pilpres, Cak Imin Bilang Koalisi Perubahan Sudah Selesai

    Nasional
    Komarudin Watubun Tegaskan Jokowi dan Gibran Tak Lagi Kader PDI-P

    Komarudin Watubun Tegaskan Jokowi dan Gibran Tak Lagi Kader PDI-P

    Nasional
    Gugatan Anies dan Ganjar Ditolak, Prabowo: Terima Kasih kepada MK yang Sudah Jalankan Tugas Berat

    Gugatan Anies dan Ganjar Ditolak, Prabowo: Terima Kasih kepada MK yang Sudah Jalankan Tugas Berat

    Nasional
    Gowes Ansor 90 Km, Tapak Tilas Tempat Latihan Pertama Pasukan Perang 10 November

    Gowes Ansor 90 Km, Tapak Tilas Tempat Latihan Pertama Pasukan Perang 10 November

    Nasional
    Cak Imin dan PKB Apresiasi 3 Hakim MK yang 'Dissenting Opinion' dalam Putusan Sengketa Pilpres

    Cak Imin dan PKB Apresiasi 3 Hakim MK yang "Dissenting Opinion" dalam Putusan Sengketa Pilpres

    Nasional
    Prabowo Bersyukur MK Tolak Gugatan Anies dan Ganjar

    Prabowo Bersyukur MK Tolak Gugatan Anies dan Ganjar

    Nasional
    Kepada Prabowo, Anies Titip Jaga Kebebasan Rakyat untuk Berpendapat

    Kepada Prabowo, Anies Titip Jaga Kebebasan Rakyat untuk Berpendapat

    Nasional
    Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Terima Putusan MK, Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran

    Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Terima Putusan MK, Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran

    Nasional
    Terima Kekalahan, Cak Imin: Kita Berharap Prabowo Rawat Demokrasi

    Terima Kekalahan, Cak Imin: Kita Berharap Prabowo Rawat Demokrasi

    Nasional
    Tak Terima Jadi Tersangka, Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Gugat KPK

    Tak Terima Jadi Tersangka, Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Gugat KPK

    Nasional
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com