Kompas.com - 10/11/2012, 10:12 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Kabinet Dipo Alam membantah ada mafia narkoba di lingkungan Istana Negara seperti dikatakan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Menurut Dipo, pernyataan Mahfud berlebihan.

"Enggak usah dibawa-bawa ada mafia narkoba di lingkaran Istana. Terlalu berlebihan," kata Dipo di sela-sela upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Jakarta, Sabtu (10/11/2012).

Sebelumnya, Mahfud menduga ada mafia di lingkaran Istana terkait pemberian grasi untuk terpidana kasus narkoba, Meirika Franola alias Ola (42). Setelah mendapat grasi dari hukuman mati menjadi seumur hidup, Ola diduga menjadi otak penyelundupan sabu seberat 775 gram dari India ke Indonesia.

Dipo menilai, Mahfud tengah bercanda menyebut hal itu. Kalaupun serius, Dipo meminta Mahfud membuktikan ucapannya. Jika Mahfud beralasan pernyataannya berdasarkan analisis pihak lain, ia menilai, hal itu akan menjadi preseden buruk.

"Dia kan bilang produk analisis. Nanti semua orang akan begitu. Setelah menuduh seenaknya, bilang produk analisis, jadi tidak perlu dibuktikan. Itu kurang bijak, alias omongan itu genit sekali," kata Dipo.

Dipo menyarankan Mahfud untuk fokus pada pekerjaannya menjaga konstitusi. Menurut dia, Mahfud tak perlu mengomentari hal-hal di luar tugasnya. "Sebagai Ketua MK, pernyataan itu saya sesalkan. Tidak perlu genit-lah," kata Dipo.

Seperti diberitakan, menurut BNN, sabu 775 gram itu dibawa oleh kurir, NA (40), dengan menumpang pesawat. NA, yang seorang ibu rumah tangga, ditangkap BNN di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober lalu.

Pada Agustus 2000, Ola bersama dua sepupunya, Deni Setia Maharwa alias Rafi Muhammed Majid dan Rani Andriani, divonis hukuman mati. Mereka terbukti bersalah menyelundupkan 3,5 kg heroin dan 3 kg kokain melalui Bandara Soekarno-Hatta ke London, 12 Januari 2000. Ola mendapatkan grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehingga hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya menjadi hukuman seumur hidup.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Grasi Terpidana Narkoba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

    Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

    Nasional
    Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

    Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

    Nasional
    Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

    Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

    Nasional
    Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

    Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

    Nasional
    AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

    AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

    Nasional
    Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

    Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

    Nasional
    KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

    KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

    Nasional
    PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

    PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

    Nasional
    Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

    Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

    Nasional
    Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

    Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

    Nasional
    FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

    FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

    Nasional
    Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

    Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

    Nasional
    Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

    Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

    Nasional
    Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

    Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

    Nasional
    DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

    DPR, KPU, dan Bawaslu Disebut Akan Bahas Aturan Kampanye Pemilu di Ruang Digital

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.