Kompas.com - 29/10/2012, 15:25 WIB
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai pesan singkatnya kepada Sekretaris Kabinet Dipo Alam tidak patut untuk dipublikasikan kepada siapa pun.

"Itu SMS kepada atasan sehingga tidak bisa dibuka-buka," tutur Dahlan seusai menghadiri Seminar Pendidikan Nasional di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Senin (29/10/2012), menanggapi pertanyaan wartawan mengenai isi SMS yang dikirimkan kepada Seskab terkait dengan anjuran untuk menghindari kongkalikong dengan oknum anggota DPR.

Sebelumnya diberitakan, Dahlan melayangkan pesan singkat kepada Seskab agar seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan BUMN, serta pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian mengindahkan Surat Edaran Nomor 542 tentang Pengawalan APBN 2013-2014 demi mencegah praktik kongkalikong.

Dahlan menyatakan, dirinya siap memenuhi panggilan anggota DPR RI untuk menjelaskan dan membuka BUMN mana saja yang dijadikan "sapi perah" oleh oknum anggota dewan tersebut.

"Kalau diminta oleh DPR, akan saya lakukan. Semuanya tergantung permintaan DPR," ujarnya.

Sebelumnya, Dipo menuturkan, Dahlan telah mengirimkan pesan singkat kepadanya pekan lalu agar seluruh menteri KIB II dan pimpinan lembaga pemerintahan nonkementerian mengindahkan Surat Edaran Nomor 542.

"Iya beliau SMS ke saya agar baik menteri, lembaga terkait, maupun pimpinan pemerintah nonkementerian dapat mengindahkan surat edaran tersebut," tutur Dipo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam surat yang tembusannya disampaikan kepada Presiden, Wakil Presiden, Kepala UKP4, dan Mendagri, Seskab menyampaikan bahwa secara nominal dan persentase, besaran APBN sejak 2005 sampai dengan persiapan tahun 2013 terus meningkat. Demikian juga jumlah anggaran yang ditransfer ke daerah dalam upaya pemerintah mempercepat dan memperluas pembangunan di seluruh Nusantara.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik: Dahlan Iskan Versus DPR

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

    Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

    Nasional
    UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

    UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

    Nasional
    Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

    Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

    Nasional
    Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

    Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

    Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

    Nasional
    Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

    Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

    Nasional
    Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

    Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

    Nasional
    Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

    Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

    Nasional
    Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

    Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

    Nasional
    Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

    Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

    Nasional
    Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

    Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

    Nasional
    Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

    Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

    Nasional
    Bamsoet Kecelakaan Saat Reli di Meikarta, Kondisinya Tidak Luka-luka

    Bamsoet Kecelakaan Saat Reli di Meikarta, Kondisinya Tidak Luka-luka

    Nasional
    Update 27 November: 404 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total Jadi 4.255.672

    Update 27 November: 404 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total Jadi 4.255.672

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.