Moha Lohanda, Mencetak Puluhan Doktor Sejarah

Kompas.com - 27/06/2012, 13:55 WIB
EditorHeru Margianto

Mona Lohanda mengaku terbeban dan berharap generasi penerus profesi arsiparis mau berinisiatif dan mengembangkan jejaring dengan para peneliti di seluruh dunia. ”Saya waktu melayani para peneliti di ruang baca tahun 1970-an hingga 1985 tidak sekadar mencarikan arsip apa yang dicari. Saya berdiskusi mencari pengetahuan baru dan saling menambah relasi dengan para peneliti. Sekarang ini banyak orang di dunia arsip hanya sekadar pegawai kantor arsip. Sayang sekali, padahal mereka bisa menghasilkan banyak tulisan hingga buku dari arsip yang setiap hari mereka geluti,” ujar Mona.

Bergaul dan bertukar informasi itu membuat Mona menjadi rujukan bagi peneliti dari dalam dan luar negeri yang sedang melakukan riset. Dia mengkritisi para pekerja arsip saat ini yang malas dan tidak disiplin dalam mengembangkan kekayaan arsip Indonesia.

Dicontohkan, masih ada belasan koleksi dokumenter film hitam putih zaman pendudukan Jepang yang langka. Material tersebut didapat dari Imperial War Museum London. Material tersebut tidak diolah dan dijadikan bahan yang berguna untuk pelajaran berharga bagi generasi masa kini. Sejumlah stasiun televisi kerap menggunakan material tersebut untuk membuat tayangan sejarah.

Menanggapi kritik terhadap penggunaan arsip kolonial, Mona balik bertanya, sumber arsip lain sulit didapat dan lebih banyak sejarah lisan yang berkembang di masyarakat Indonesia. Orang Belanda dan Tionghoa dikenal sangat aktif membuat catatan. Alhasil dikenal arsip VOC hingga arsip Gong Goan (Kamar Dagang Tionghoa).

Meski tidak banyak, Mona menemukan harta baru, yakni arsip Kapiten Melayu dan naskah Melayu soal Batavia. Menjelang akhir pengabdian resmi di Arsip Nasional, Mona terobsesi menulis sejumlah buku di bidang keahliannya, yakni sejarah Batavia, Betawi, dan Tionghoa. ”Saya ingin menulis Batavia dalam catatan Melayu, sejarah Tionghoa di Jawa dan Batavia semasa Pendudukan NICA yang diatur dua pemerintah, yakni Republik dan Belanda,” kata Mona.

Komitmen Mona terhadap arsip berharga yang tidak banyak dilirik masyarakat selama 40 tahun telah menghasilkan puluhan doktor dan mungkin ribuan karya ilmiah yang membuat Indonesia semakin dikenal. Arsip pula yang membuka pintu pengetahuan mengapa negeri ini bisa lemah karena kesalahan kebijakan pemimpinnya! (Iwan Santosa)

 

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Penularan Virus Corona Kini Terjadi di 32 Provinsi, Ini Sebarannya...

    Penularan Virus Corona Kini Terjadi di 32 Provinsi, Ini Sebarannya...

    Nasional
    Komjen Iwan Bule Pensiun dari Polri Per 1 April Besok

    Komjen Iwan Bule Pensiun dari Polri Per 1 April Besok

    Nasional
    Jubir Pemerintah: Sudah Terbukti Secara Ilmiah Sabun Bisa Hancurkan Virus Corona

    Jubir Pemerintah: Sudah Terbukti Secara Ilmiah Sabun Bisa Hancurkan Virus Corona

    Nasional
    Pemerintah Sudah Distribusikan 191.000 APD ke Seluruh RS Penanganan Covid-19

    Pemerintah Sudah Distribusikan 191.000 APD ke Seluruh RS Penanganan Covid-19

    Nasional
    Banggar DPR Dukung Perppu Stabilitas Ekonomi, Tambahan 405,1 Triliun di APBN untuk Covid-19

    Banggar DPR Dukung Perppu Stabilitas Ekonomi, Tambahan 405,1 Triliun di APBN untuk Covid-19

    Nasional
    Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

    Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

    Nasional
    Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

    Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

    Nasional
    Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

    Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

    Nasional
    Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

    Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

    Nasional
    RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

    RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

    Nasional
    Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

    Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

    Nasional
    Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

    Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

    Nasional
    Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

    Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

    Nasional
    Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

    Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

    Nasional
    Kapolri: Ada 11.145 Kegiatan Pembubaran Massa Selama Penanganan Covid-19

    Kapolri: Ada 11.145 Kegiatan Pembubaran Massa Selama Penanganan Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X