KPK Selidiki Pengadaan Proyek Wisma Atlet

Kompas.com - 19/01/2012, 20:18 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengembangan terhadap kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, Palembang, Sumatera Selatan yang melibatkan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Kini, KPK mulai menyelidiki pengadaan proyek senilai Rp 191 miliar tersebut. Pengadaan proyek ini melibatkan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

"KPK juga membuka penyelidikan terhadap semua informasi yang muncul di pengadaan, tidak hanya keterangan yang disampaikan Rosa (Mindo Rosalina Manulang) tapi juga keterangan yang disampaikan terdakwa (Muhammad Nazaruddin)," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Kamis (19/1/2012).

KPK menelusuri apakah ada aliran dana korupsi terkait proses ini. Adapun fakta persidangan kasus suap wisma atlet yang terungkap, kata Johan, akan dijadikan sebagian bukti awal. Tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, nama-nama yang disebut dalam persidangan terdakwa Nazaruddin itu akan diperiksa dalam proses penyelidikan kasus baru wisma atlet ini.

Sejumlah nama disebut terlibat dalam proses pengadaan proyek wisma atlet di persidangan. Mereka di antaranya, anggota Badan Anggaran DPR Angelina Sondakh, pimpinan Banggar DPR Mirwan Amir, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Komisi X DPR Mahyudin, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah.

Dalam kasus dugaan suap wisma atlet, KPK menjerat Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, Mohamad El Idris, serta Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam. Mereka terlibat suap terkait pemenangan PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek wisma atlet SEA Games. Rosa divonis 2,5 tahun, Idris 2 tahun, sementara Wafid 3 tahun. Tersisa Nazaruddin yang tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Akankah KPK Tinggal Pusara?

    Akankah KPK Tinggal Pusara?

    Nasional
    Antisipasi Varian Baru, Muhadjir Minta Pemeriksaan Genome Sequencing terhadap Pekerja Migran yang Positif Covid-19

    Antisipasi Varian Baru, Muhadjir Minta Pemeriksaan Genome Sequencing terhadap Pekerja Migran yang Positif Covid-19

    Nasional
    Pimpinan MPR Berharap Jokowi Undang Presiden Palestina dan PM Israel Bahas Solusi Damai

    Pimpinan MPR Berharap Jokowi Undang Presiden Palestina dan PM Israel Bahas Solusi Damai

    Nasional
    Tiga Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo Mengaku Mendapat Rp 5 Juta dari Andreau Misanta

    Tiga Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo Mengaku Mendapat Rp 5 Juta dari Andreau Misanta

    Nasional
    Masyarakat yang Kembali dari Mudik Diminta Karantina Mandiri 5×24 Jam

    Masyarakat yang Kembali dari Mudik Diminta Karantina Mandiri 5×24 Jam

    Nasional
    Kekhawatiran Jokowi atas Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

    Kekhawatiran Jokowi atas Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

    Nasional
    Kunjungan Kerja ke Riau, Jokowi Tinjau Pembangunan Tol hingga Vaksinasi Massal

    Kunjungan Kerja ke Riau, Jokowi Tinjau Pembangunan Tol hingga Vaksinasi Massal

    Nasional
    Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pemda Diminta Evaluasi Operasional Tempat Wisata

    Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pemda Diminta Evaluasi Operasional Tempat Wisata

    Nasional
    Masyarakat Diminta Tak Khawatir soal Penghentian Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547

    Masyarakat Diminta Tak Khawatir soal Penghentian Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547

    Nasional
    Satgas: Vaksin Merah Putih Akan Digunakan dalam Vaksinasi Covid-19 Program Pemerintah

    Satgas: Vaksin Merah Putih Akan Digunakan dalam Vaksinasi Covid-19 Program Pemerintah

    Nasional
    Satgas: Pergerakan Arus Balik Setelah 21 Mei Diperkirakan Mencapai 2,6 Juta Orang

    Satgas: Pergerakan Arus Balik Setelah 21 Mei Diperkirakan Mencapai 2,6 Juta Orang

    Nasional
    Jokowi: Penularan Covid-19 Harus Ditekan, Jangan Hanya Lihat Sisi Ekonomi

    Jokowi: Penularan Covid-19 Harus Ditekan, Jangan Hanya Lihat Sisi Ekonomi

    Nasional
    Dilaporkan Pegawai yang Tak Lolos TWK, Pimpinan KPK: Kami Hormati

    Dilaporkan Pegawai yang Tak Lolos TWK, Pimpinan KPK: Kami Hormati

    Nasional
    Jokowi: 10 Provinsi Pertumbuhan Ekonominya Positif, 24 Lainnya Negatif Semua

    Jokowi: 10 Provinsi Pertumbuhan Ekonominya Positif, 24 Lainnya Negatif Semua

    Nasional
    Jokowi: Mobilitas Warga di Tempat Wisata Tinggi Sekali Selama Lebaran

    Jokowi: Mobilitas Warga di Tempat Wisata Tinggi Sekali Selama Lebaran

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X