Din Kecam Tindakan Brutal Aparat

Kompas.com - 25/12/2011, 08:09 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengecam tindakan aparat keamanan yang menewaskan dan melukai sejumlah pengunjuk rasa yang memperjuangkan haknya di Bima, Nusa Tenggara Barat. Menurut Din, tindakan tersebut mencerminkan tirani dan sikap arogansi kekuasaan dari negara dan aparat negara yang tidak melindungi rakyatnya.

Din menilai, insiden di Bima itu berpangkal pada kebijaksanaan pemerintah yang tidak bijak, tidak berpihak pada rakyat, dan hanya membela kepentingan pengusaha. "Seyogyanya aspirasi rakyat diperhatikan dan dipertimbangkan melalui dialog-dialog intensif dan persuasif," kata Din, Sabtu (24/12/2011) malam di Jakarta.

Din menegaskan, langkah yang diambil aparat keamanan untuk membubarkan massa dengan senjata merupakan pelanggaran HAM berat yang harus diproses melalui jalur hukum. Secara khusus, Din meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak tinggal diam dan mendesak Kepala Polri Timur Pradopo untuk bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.