Masalah Papua Berakar dari Pengalaman Traumatis - Kompas.com

Masalah Papua Berakar dari Pengalaman Traumatis

Kompas.com - 02/11/2011, 20:06 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com — Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu menilai, permasalahan Papua berakar dari berbagai pengalaman traumatis yang dialami penduduk asli Papua dalam jangka waktu lama yang disebabkan ketidakadilan dan pelanggaran HAM sejak Papua kembali ke Indonesia. Wujud ketidakadilan itu adalah tingkat kesejahteraan yang rendah dan kemiskinan yang tinggi.

Barnabas mengatakan, keadaan itu sebenarnya telah diupayakan untuk dikoreksi melalui Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua. Walaupun begitu, pada tahun-tahun awal pelaksanaan UU ini, harus diakui belum banyak hal yang dicapai. "Salah satu penyebabnya, pada awal-awal pelaksanaan otsus, sistem dan tata kelola pemerintahan yang baik di Provinsi Papua tidak disiapkan dengan baik untuk melaksanakan amanat UU Otsus," papar Barnabas, Rabu (2/11/2011) di Jayapura.

Barnabas mengemukakan, saat ia mulai menjabat Gubernur Papua pada 25 Juli 2005, bersama-sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat Papua, pihaknya berupaya meletakan dasar-dasar untuk mengubah kondisi yang memprihatinkan itu.

"Pertama kali dalam sejarah Papua, kita mulai melaksanakan program Respek (Rencana Pembangunan Kampung) yang melibatkan semua kampung di Papua, yang berjumlah 3.000 kampung tanpa terkecuali," ungkapnya.

Melalui program itu, setiap kampung diberi dana pembangunan Rp 100 juta per tahun dalam bentuk block grant.

 

 

 

 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorNasru Alam Aziz

    Terkini Lainnya

    13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

    13 Mei, PKS Akan Umumkan Keputusan Resmi Terkait Pilpres 2019

    Nasional
    Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

    Gerindra Yakin Elektabilitas Sudrajat-Syaikhu Meningkat Drastis Jelang Coblosan

    Nasional
    Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

    Politisi PKS Tak Rela jika Prabowo Pilih Anies daripada Kader PKS

    Nasional
    Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

    Survei Cyrus Network: Anies Paling Cocok Dampingi Prabowo di Pilpres

    Nasional
    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

    Nasional
    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

    Regional
    Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Berkali-kali Hasil Survei Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

    Nasional
    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

    Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

    Regional
    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

    Internasional
    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

    Nasional
    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

    Regional
    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

    Nasional
    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

    Regional
    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

    Internasional
    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

    Regional

    Close Ads X