Terjemahan yang Menyemai Bibit Terorisme

Kompas.com - 07/05/2011, 21:59 WIB
EditorJodhi Yudono

JAKARTA, KOMPAS.com--Kementerian Agama dituding membuat kesalahan terjemahan Al-Quran sehingga dituduh berkontribusi  besar dalam menyemai bibit terorisme.

Temuan terakhir menyebutkan masih banyak kesalahan dalam terjemahan versi terbaru, termasuk  kesalahan dalam terjemahan versi lama yang masih dicetak oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Menurut Majelis Mujahidin , kesalahan itu sangat fatal dan kontroversial karena terkait masalah akidah, syariah, ekonomi, kesalahan tatabahasa dan lainnya.

Irfan S. Awwas, Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin, menyebutkan kesalahan terjemahan Kementerian Agama dinilai berkontribusi besar dalam menyemai bibit terorisme. Karena itu, Majelis Mujahidin menuntut Kementerian Agama agar menarik terjemahan tersebut dari peredaran, dan menggantikannya dengan terjemahan tafsiriyah seperti yang dilakukan dan akan diterbitkan oleh Majelis Mujahidin.

Sekedar catatan,  terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama yang biasa disebut "Al-Qur’an dan Terjemahnya" selesai disusun oleh sebuah tim yang terdiri atas beberapa ulama anggota Lembaga Penterjemah Kitab Suci Al-Qur`an pada tahun 1965 dalam kurun waktu lima tahun (1960-1965), dan dicetak secara bertahap dan beredar pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1965 dalam tiga jilid.

Anggota tim terdiri atas para ulama yang berwenang di bidangnya seperti Prof. M. Hasbi Ash-Shiddiqi, KH. Anwar Musaddad, KH. Ali Maksum, Prof. Bustami Abdulgani, dan lainnya. Sejak pertama kali diedarkan pada 17 Agustus 1965 hingga sekarang, terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama setidaknya sudah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan.

Pertama, penyempurnaan redaksional yang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan bahasa pada saat itu, yaitu pada tahun 1989, dengan anggota tim antara lain Prof. Dr. Satria Efendi Zain, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA dan lainnya.

Kedua, penyempurnaan secara menyeluruh yang mencakup aspek bahasa, konsistensi pilihan kata, substansi, dan aspek transliterasi dalam rentang waktu yang cukup lama antara tahun 1998 hingga 2002, dengan ketua tim Dr. Ahsin Sakho Muhammad MA, wakil ketua Prof. Dr. KH. Ali Musthafa Ya`qub, MA, dan narasumber Prof. Dr. M. Quraish Shihab.

Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama, ahli dan akademisi yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Sebelumnya, pada 29 April 2011,  di anjungan Provinsi Lampung Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, digelar dialog keagamaan tentang terjemahan Al-Qur`an antara Kementerian Agama dan Majelis Mujahidin.

Dari Kementerian Agama hadir unsur pimpinan, peneliti dan staf di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, antara lain Kepala Badan Litbang dan Diklat, Prof. Dr. Abdul Djamil, Kapuslitbang Kehidupan Beragam, Prof. H. Abdurrahman Mas`ud, P.hd, Kapuslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Dr. H. Hamdar Ar-Ra`iyah, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf AL-Qur`an Drs. H. Muhammad Shohib, MA.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.