Empat WNI ABK Kapal di Oita, Hilang

Kompas.com - 13/03/2011, 21:36 WIB
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan pada Minggu, empat orang anak buah kapal (ABK) yang bekerja di Jepang telah menghilang setelah terjadi bencana alam gempa bumi dan tsunami pada Jumat lalu.

"Empat orang ABK Indonesia yang bekerja di kapal penangkap ikan tuna Kuni Maru no.3, yang bermarkas di Tsukumi, prefektur Oita, dinyatakan hilang dan belum diketahui nasibnya," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, di Jakarta, Minggu (13/3/2011).

Menlu menyatakan inisial dari para ABK tersebut antara lain S, TS, RH dan AS. Ia tidak bisa mengumumkan nama karena mengutamakan kepentingan pihak keluarga korban mengenai perkembangan tersebut.

Ia mengatakan, kapal yang dinaiki keempat ABK itu, yang dikatakan berusia 27, 30, 30, dan 29, sedang bersandar di pelabuhan kota Shiogama, prefektur Miyagi, ketika bencana alam terjadi.

"Saat ini kapal itu sendiri sudah ditemukan di darat, sekitar 2,5 kilometer dari garis pantai, namun nasib dari keempat ABK tersebut masih belum diketahui," jelas Menlu.

Pihak KBRI Tokyo terus melakukan komunikasi dengan otoritas dan serikat pelaut setempat, sedangkan Kemlu berusaha menjangkau pihak keluarga untuk menginformasikan kondisi para korban yang masih belum diketahui nasibnya.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

    Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

    Nasional
    Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

    Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

    Nasional
    Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

    Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

    Nasional
    Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

    Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

    Nasional
    KPK: Kepatuhan Pelaporan LHKPN Capai 81,76 Persen

    KPK: Kepatuhan Pelaporan LHKPN Capai 81,76 Persen

    Nasional
    Yasonna Ingin Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara, KPK Minta Tak Abaikan Aspek Keadilan

    Yasonna Ingin Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara, KPK Minta Tak Abaikan Aspek Keadilan

    Nasional
    Forum Risalah Jakarta Imbau Komponen Bangsa Bersolidaritas Hadapi Corona

    Forum Risalah Jakarta Imbau Komponen Bangsa Bersolidaritas Hadapi Corona

    Nasional
    Percepat Diagnosis Covid-19, Pemerintah Segera Lakukan Pemeriksaan Lewat Mesin TB-TCM

    Percepat Diagnosis Covid-19, Pemerintah Segera Lakukan Pemeriksaan Lewat Mesin TB-TCM

    Nasional
    Cegah Covid-19, Kunjungan Tahanan di Kantor Polisi Ditutup Sementara

    Cegah Covid-19, Kunjungan Tahanan di Kantor Polisi Ditutup Sementara

    Nasional
    Yasonna Bakal Bebaskan Napi Korupsi demi Cegah Covid-19 di Penjara, Ini Kata KPK

    Yasonna Bakal Bebaskan Napi Korupsi demi Cegah Covid-19 di Penjara, Ini Kata KPK

    Nasional
    Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Diminta Siapkan SOP Penanganan Pasien Virus Corona

    Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Diminta Siapkan SOP Penanganan Pasien Virus Corona

    Nasional
    Menurut Yasonna, Ini Alasan Pemerintah Tak Pilih Opsi Lockdown Atasi Corona

    Menurut Yasonna, Ini Alasan Pemerintah Tak Pilih Opsi Lockdown Atasi Corona

    Nasional
    Viral Polisi Gelar Resepsi di Tengah Wabah Covid-19, Kabaharkam: Propam Polda Metro Jaya Turun Tangan

    Viral Polisi Gelar Resepsi di Tengah Wabah Covid-19, Kabaharkam: Propam Polda Metro Jaya Turun Tangan

    Nasional
    Wacana Pembebasan Koruptor Dinilai Tak Signifikan Cegah Covid-19 di Penjara

    Wacana Pembebasan Koruptor Dinilai Tak Signifikan Cegah Covid-19 di Penjara

    Nasional
    Kemenlu: Pemerintah Tidak Batasi Penerbangan ke Luar Negeri

    Kemenlu: Pemerintah Tidak Batasi Penerbangan ke Luar Negeri

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X