13 Tahun Mencari 13 Orang Hilang

Kompas.com - 07/03/2011, 08:14 WIB
EditorHeru Margianto

KOMPAS.com — Kasus penculikan aktivis yang terjadi pada 1997-1998 tak pernah benar-benar selesai. Satu orang terbunuh, 11 orang disiksa, 12 orang dianiaya, 23 orang dihilangkan secara paksa, 19 orang dirampas kemerdekaan fisiknya secara sewenang-wenang, dan dari 23 orang yang dihilangkan paksa, 13 orang belum diketahui nasibnya.

Di luar sana, para pelaku kejahatan ini melenggang bebas, sementara keluarga korban penculikan meratapi nasib anak dan suami mereka yang hilang bagai ditelan bumi. Angka 13 lantas menjadi simbol perjuangan mencari orang-orang yang hingga kini belum kembali.

"Itu simbol kita untuk kembali mengingatkan SBY. Dia harusnya ingat bahwa masih ada 13 orang yang belum ditemukan dan mereka mewakili ratusan ribu orang yang kami yakini dihilangkan secara paksa selama rezim Orde Baru. Negara harus menyelesaikan kasus itu, tinggal SBY mau atau tidak," tutur Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) Mugiyanto, dalam perbincangan dengan Kompas.com dalam sebuah kesempatan.

Jumlah korban yang masih dicari ada 13 orang. Mereka ialah Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Wiji Thukul, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin, dan Abdun Nasser.

Selain merujuk pada jumlah orang, angka 13 juga merujuk pada tanggal terjadinya penculikan. Mugiyanto, tak pernah lupa tatkala dirinya bersama dua rekannya, Nezar Patria dan Aan Rusdianto, diculik Tim Mawar Kopassus pada tanggal 12-13 Maret 1998. Mugi, Nezar, dan Aan beruntung. Mereka dilepas, meski mengalami sejumlah penyiksaan.

Tahun ini, genap 13 tahun peristiwa kelam itu terjadi. Ikohi mencanangkan “G13: Mereka Belum Kembali”. G artinya gerakan. "G13 itu inisitaif kita untuk kembali mengingatkan pemerintah dan masyarakat karena kebetulan ada memomentum 13 korban, 13 Maret, dan 13 tahun. Tiga belas orang belum kembali sampai hari ini," papar Mugiyanto.

Rangkaian kegiatan “G13” berlangsung dari tanggal 1 Maret sampai 13 Maret. Ikohi menggelar kampanye di dunia maya, peluncuran album "Mereka Belum Kembali" oleh 13 band dan berisi 13 lagu. Selain itu, ada juga ada road show dengan berbagai media.

Ikohi

Ikohi sendiri terbentuk sepanjang 13 tahun masa pencarian korban. Adalah mendiang Munir, pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), yang menggagas pertalian keluarga ini.

Tahun 1998, saat sejumlah aktivis diketahui hilang, Munir bersama sejumlah aktivis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengupayakan proses hukum untuk membebaskan sembilan aktivis, di antaranya Mugiyanto sendiri, Desmond Junaidi Mahesa, Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang, Faisol Reza, Rahardjo Walujo Djati, Nezar Patria, Aan Rusdianto, dan Andi Arief. Sementara, aktivis lainnya masih dalam pencarian keluarga bersama Kontras.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X