Patrialis: Besok Ayin Bakal Bebas

Kompas.com - 26/01/2011, 20:38 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengindikasikan pembebasan bersyarat terpidana Artalyta Suryani alias Ayin besok (Kamis, 27/1/2011). Di sela rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu (26/1/2011), Patrialis mengatakan, sebagai menteri, ia menurut pada hasil kajian yang sudah dilakukan Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiono.

"Tentu saya hormati hasil penelaahan yang dilakukan dirjen karena masalah teknis ada pada mereka. Saya enggak mungkin lakukan kajian sampai ujung-ujung perkara. Kalau dirjen sudah yakin itu bener, perhitungan enggak salah dan bisa dipertanggungjawabkan, saya enggak mungkin enggak setuju," katanya.

Patrialis mengatakan, tak ada alasan baginya untuk menolak jika analisis dirjen secara hukum sudah benar dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku.

Menurut Patrialis, pertimbangan yang diberikan dan kemudian telah dipresentasikan oleh dirjen kepadanya pun sudah memenuhi persyaratan hukum yang ada.

"Saya kira memang (bebas). Saya kira kalau Pak Dirjen tidak keberatan ya bebas. Ya begitulah," ujarnya.

Sebelumnya, Untung Sugiono menegaskan, kajian yuridis dari kementerian menunjukkan sudah saatnya Ayin bebas bersyarat setelah ditahan selama satu tahun. "Dari aspek yuridis, tidak ada alasan tidak bisa diberikan. Gitu. Sudah sembilan bulan berkelakuan baik kalau dihitung mundur. Ini malah sudah lebih satu tahun," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kecam Pembunuhan Nakes di Papua, PAN Minta KKB Ditindak Tegas

    Kecam Pembunuhan Nakes di Papua, PAN Minta KKB Ditindak Tegas

    Nasional
    Kementerian KP Gelar Pelatihan Dukung Pengembangan Kampung Budi Daya

    Kementerian KP Gelar Pelatihan Dukung Pengembangan Kampung Budi Daya

    Nasional
    Ini Daftar Aplikasi dan Situs yang Diblokir Kuota Internet Kemendikbud Ristek

    Ini Daftar Aplikasi dan Situs yang Diblokir Kuota Internet Kemendikbud Ristek

    Nasional
    Amnesty Desak Aparat Investigasi Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta

    Amnesty Desak Aparat Investigasi Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta

    Nasional
    Ombudsman Telah Beri Rekomendasi Terkait TWK KPK ke Presiden dan DPR

    Ombudsman Telah Beri Rekomendasi Terkait TWK KPK ke Presiden dan DPR

    Nasional
    Mengenang Pendeta Yeremia yang Tewas Ditembak di Papua

    Mengenang Pendeta Yeremia yang Tewas Ditembak di Papua

    Nasional
    38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

    38 Akademisi dari Australia Surati Jokowi, Minta Amnesti untuk Saiful Mahdi

    Nasional
    PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

    PT KAI Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Cara Daftarnya

    Nasional
    Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

    Pemanggilan Suroto ke Istana Dinilai Paradoks Demokrasi, Hanya Manis di Depan

    Nasional
    Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

    Polisi Pastikan Kasus Penganiayaan Tak Hambat Penyidikan Muhammad Kece

    Nasional
    Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

    Cerita Suroto Bentangkan Poster ke Jokowi, Sulit Dapat Spidol hingga Kaki Gemetar

    Nasional
    Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

    Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Pelanggaran Etik Lili Pintauli secara Pidana

    Nasional
    Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

    Profil Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris MIT yang Tewas

    Nasional
    UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

    UPDATE: Tambah 11 di Korsel, Total 5.916 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

    Nasional
    Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

    Dukung 56 Pegawai yang Akan Dipecat, Pegawai KPK Dipanggil Inspektorat

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.