5 Stasiun Difungsikan

Kompas.com - 21/01/2010, 04:29 WIB
Editor

Medan, Kompas - Empat stasiun penumpang di sekitar Kota Medan akan difungsikan kembali. Empat stasiun ini bertahun-tahun tidak berfungsi, sebagian malah hancur tidak tersisa bangunannya. Rehabilitasi empat stasiun ini seiring dengan beroperasinya KA komuter mulai akhir Januari ini.

”Semua stasiun itu akan terhubung oleh jaringan komuter. Masyarakat bisa memanfaatkan angkutan kereta rel diesel Indonesia (KRDI) yang baru. Stasiun yang dilewati KRDI akan direhabilitasi sehingga layak untuk dipakai,” tutur Wakil Kepala Divisi Regional Sumatera Utara PT Kereta Api Indonesia (KAI) Resman Manurung, Rabu (20/1) saat ditemui di Medan.

Resman mengatakan, empat stasiun itu adalah Stasiun Deski (Deli Serdang), Stasiun Sunggal (Deli Serdang), Stasiun Titi Papan (Medan), dan Stasiun Medan Belawan (Medan). Kondisi empat stasiun ini umumnya tidak terawat.

Stasiun Deski saat ini tidak tersisa lagi bangunannya. Adapun Stasiun Sunggal tidak berfungsi lagi meski bangunannya masih ada. Di sekitar bangunan stasiun ini dipenuhi rumput ilalang. Adapun Stasiun Titi Papan dan Stasiun Medan Belawan sejauh ini difungsikan untuk angkutan barang.


Jaringan KA komuter di sekitar Kota Medan ini melayani jalur Medan-Binjai, Medan-Belawan, dan Medan-Tebing Tinggi. Sebagian besar jalur kereta api ini menggunakan rel R 33, yang berarti berat rel 33 kilogram per satu meter. Kereta api yang melaju di atas rel ini hanya mampu berjalan dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam.

”Kondisi ini berbeda dengan jaringan rel di Jawa yang sudah memakai R 54. Kereta api di rel ini bisa melaju sampai kecepatan 80 kilometer per jam,” katanya.

Semestinya kondisi rel di Sumut paling tidak sama dengan di Jawa sehingga mempercepat mobilitas barang dan manusia. Namun kondisi ini, katanya, tergantung dari persediaan dana pemerintah.

Seluruh jaringan kereta api di Sumut terbentang di rel sepanjang 529 kilometer. Bentangan rel ini terdiri dari Medan-Rantau Prapat, Medan-Belawan, Medan-Besitang, Tebing Tinggi-Pematang Siantar, dan Kisaran-Tanjung Balai.

Pemerintah Hindia Belanja, tuturnya, pernah ingin membuat jaringan rel kereta api yang menghubungkan seluruh Sumatera. Buktinya di sejumlah provinsi masih ada jaringan kereta api. Namun, rencana ini batal lantaran kedatangan Jepang pada Perang Dunia II.

Salah satu saksi hidup hubungan jaringan kereta api antarprovinsi adalah Ida Ismail (60). Ida pada umur 12 tahun pernah naik menggunakan kereta api sampai di Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ketika itu Ida menemui neneknya yang berjualan di Banda Aceh. (NDY)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Zulkifli Hasan, DPW PAN: Jangan Dianggap Kami Berbenturan dengan Amien Rais

Dukung Zulkifli Hasan, DPW PAN: Jangan Dianggap Kami Berbenturan dengan Amien Rais

Nasional
Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, Kader Yakin PAN Tak Akan Pecah

Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, Kader Yakin PAN Tak Akan Pecah

Nasional
Soal Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, DPW PAN Sulut Yakin Amien Rais Bisa Terima

Soal Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, DPW PAN Sulut Yakin Amien Rais Bisa Terima

Nasional
30 DPW dan 420 DPD PAN Nyatakan Dukungan Dini Kepada Zulkifli Hasan

30 DPW dan 420 DPD PAN Nyatakan Dukungan Dini Kepada Zulkifli Hasan

Nasional
Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Nasional
Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Nasional
ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

Nasional
Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Nasional
Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

Nasional
Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Nasional
Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Nasional
Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X