Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Depkeu Keluarkan Buku Putih Kasus Bank Century

Kompas.com - 12/01/2010, 09:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Departemen Keuangan mengeluarkan Buku Putih tentang Upaya Pemerintah Dalam Pencegahan dan Penanganan Krisis. Buku setebal 74 halaman itu, berisi tentang latar belakang dan keputusan penanganan Bank Century

Menurut sumber Kompas di Depkeu, Selasa (12/1), buku tersebut diterbitkan secara terbatas dan tidak dijual secara komersial di toko-toko buku. Buku Putih tersebut disusun oleh Tim Asistensi Sosialisasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan Depkeu-RI.

Sedangkan Sekretariat Tim Asistensi tersebut di Gedung Juanda II Lantai 19 Depkeu Jalan Wahidin, Jakarta Pusat. Alamat emailnya adalah tim.asistensi@depkeu.go.id.

Di bagian akhir buku yang terdiri dari 10 bab tersebut, disebutkan bahwa segala pertanyaan, tanggapan, kritik, dan saran terhadap buku putih itu hendaknya disampaikan ke alamat tim asistensi.

Dalam buku itu terdiri dari tabel, grafik dan diagram tentang untung rugi penyelamatan Bank Century. Dalam setiap halaman buku tersebut, di bagian bawahnya terdapat catatan yang menyebutkan bahwa informasi dalam publikasi ini secara regular mengalami pemutakhiran terhadap perkembangan terbaru dan akan dilakukan perbaikan atau perubahan bilaman terjadi kesalahan dan kekeliruan.

Dalam kata pengantarnya, Tim Asistensi Sosialisasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan Depkeu menyebutkan, buku putih ini akan mengajak kita semua untuk memahami lebih dalam dan utuh mengenai permasalahan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Buku tersebut juga menggambarkan fungsi, peran, serta kewenangan yang dimiliki Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan KSSK, sebagai lembaga yang menjalankan perannya masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keputusan KSSK yang menetapkan Bank Century sebagai bank gagal kemudian menimbulkan pro dan kontra. Keputusan tersebut dianggap tidak tepat dan tidak sesuai prosedur. Beberapa pihak mempertanyakan banyak hal.

Misalnya, pertanyaan soal tidak adanya kriteria terukur tentang dampak sistemik, dasar penilaian Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik sehingga perlu diselamatkan. Pertanyaan lain, adakah motif lain dibalik penyelamatan Bank Century? Juga dipertanyakan proses pengambilan keputusan yang dianggap tidak transparan karena KSSK tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan Wakil Presiden dan DPR-RI.

Pandangan negatif lainnya adalah KSSK dianggap bertanggungjawab menggelembungkan dana talangan dari Rp 683 miliar pada rapat awal hingga menjadi Rp 6,76 triliun pada keputusan akhir. KSSK dianggap turut terlibat dalam penyaluran dana penyertaan modal Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kepada Bank Century.

Dalam kata pengantar buku putih itu, Tim Asistensi menyatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan dan tuduhan tersebut bukan saja tidak benar, tapi sering diarahkan secara simpang siur oleh pihak tertentu tanpa pemahaman yang memadai terhadap keadaan sebelum, saat, dan setelah Bank Century diselamatkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bupati Sidoarjo Berulang Kali Terjerat Korupsi, Cak Imin Peringatkan Calon Kepala Daerah Tak Main-main

Bupati Sidoarjo Berulang Kali Terjerat Korupsi, Cak Imin Peringatkan Calon Kepala Daerah Tak Main-main

Nasional
Wapres Ajak Masyarakat Tetap Dukung Timnas U-23 demi Lolos Olimpiade

Wapres Ajak Masyarakat Tetap Dukung Timnas U-23 demi Lolos Olimpiade

Nasional
Gibran Ingin Konsultasi dengan Megawati terkait Susunan Kabinet

Gibran Ingin Konsultasi dengan Megawati terkait Susunan Kabinet

Nasional
Soal Dukungan PKB untuk Khofifah, Cak Imin: Kalau Daftar, Kita Sambut

Soal Dukungan PKB untuk Khofifah, Cak Imin: Kalau Daftar, Kita Sambut

Nasional
Jubir Sebut Luhut Hanya Beri Saran ke Prabowo soal Jangan Bawa Orang 'Toxic'

Jubir Sebut Luhut Hanya Beri Saran ke Prabowo soal Jangan Bawa Orang "Toxic"

Nasional
Muslimat NU Kirim Bantuan Kemanusiaan Rp 2 Miliar ke Palestina

Muslimat NU Kirim Bantuan Kemanusiaan Rp 2 Miliar ke Palestina

Nasional
Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang 'Toxic', Projo: Nasihat Bagus

Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang "Toxic", Projo: Nasihat Bagus

Nasional
Buktikan Kinerja Unggul, Pertamina Hulu Energi Optimalkan Kapabilitas Perusahaan

Buktikan Kinerja Unggul, Pertamina Hulu Energi Optimalkan Kapabilitas Perusahaan

Nasional
Gerindra Sebut Jokowi Justru Dorong Prabowo untuk Bertemu Megawati

Gerindra Sebut Jokowi Justru Dorong Prabowo untuk Bertemu Megawati

Nasional
Tak Cemas Lawan Kandidat Lain pada Pilkada Jatim, Khofifah: Kenapa Khawatir?

Tak Cemas Lawan Kandidat Lain pada Pilkada Jatim, Khofifah: Kenapa Khawatir?

Nasional
Khofifah Tolak Tawaran Jadi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Pilih Maju Pilkada Jatim

Khofifah Tolak Tawaran Jadi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Pilih Maju Pilkada Jatim

Nasional
Soal Duetnya pada Pilkada Jatim, Khofifah: Saya Nyaman dan Produktif dengan Mas Emil

Soal Duetnya pada Pilkada Jatim, Khofifah: Saya Nyaman dan Produktif dengan Mas Emil

Nasional
Pertamina Goes To Campus, Langkah Kolaborasi Pertamina Hadapi Trilema Energi

Pertamina Goes To Campus, Langkah Kolaborasi Pertamina Hadapi Trilema Energi

Nasional
Respons Luhut Soal Orang 'Toxic', Golkar Klaim Menterinya Punya Karya Nyata

Respons Luhut Soal Orang "Toxic", Golkar Klaim Menterinya Punya Karya Nyata

Nasional
Ditanya Soal Progres Pertemuan Prabowo-Megawati, Gerindra: Keduanya Mengerti Kapan Harus Bertemu

Ditanya Soal Progres Pertemuan Prabowo-Megawati, Gerindra: Keduanya Mengerti Kapan Harus Bertemu

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com