Penyidik Antasari Minta Waktu Bertemu Tim Delapan

Kompas.com - 12/11/2009, 10:43 WIB
Editormbonk

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak penyidik Polri yang memeriksa mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen meminta Tim Delapan, Kamis (12/11), untuk mendengarkan penjelasan mereka.

"Mereka minta waktu pada kita untuk menjelaskan tentang Antasari," ungkap Anies ketika dihubungi wartawan. Namun, Anies mengaku belum memiliki gambaran soal penjelasan yang akan disampaikan tim penyidik Polri nanti.

Pertemuan ini dijadwalkan pada pukul 14.00. Pengakuan heboh mantan Kapolres Jakarta Selatan Wiliardi Wizard dalam sidang Antasari Azhar di PN Jakarta Selatan menimbulkan tanda tanya masyarakat mengenai desain besar upaya pelemahan KPK.

Diduga, ada keterkaitan antara kasus Antasari dan kasus dugaan pemerasan, penyuapan, dan penyalahgunaan wewenang yang menimpa pimpinan KPK (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional, Ini Kata Kemenag

Arab Saudi Buka Pintu Jemaah Umrah Internasional, Ini Kata Kemenag

Nasional
Albertina Ho Bantah Tudingan Terlibat Dalam Pembuatan SK Terkait TWK Pegawai KPK

Albertina Ho Bantah Tudingan Terlibat Dalam Pembuatan SK Terkait TWK Pegawai KPK

Nasional
Panglima TNI Tinjau Pelatihan Tracer Digital Bagi Babinsa hingga Babinpotdirga

Panglima TNI Tinjau Pelatihan Tracer Digital Bagi Babinsa hingga Babinpotdirga

Nasional
Risma Jelaskan Langkah Cegah Korupsi Bansos: Sinkronkan Data hingga Transfer ke Rekening Penerima

Risma Jelaskan Langkah Cegah Korupsi Bansos: Sinkronkan Data hingga Transfer ke Rekening Penerima

Nasional
Dukung Perpanjangan PPKM Level 4, Fraksi PPP Minta Pemerintah Jalankan 2 Hal Ini

Dukung Perpanjangan PPKM Level 4, Fraksi PPP Minta Pemerintah Jalankan 2 Hal Ini

Nasional
Ditanya soal Pemeriksaan Anies dalam Kasus Munjul, Ini Jawaban Ketua KPK

Ditanya soal Pemeriksaan Anies dalam Kasus Munjul, Ini Jawaban Ketua KPK

Nasional
Menkes Sebut Impor Remdesivir, Actemra dan Gammaraas Akan Mulai Masuk Bulan Agustus

Menkes Sebut Impor Remdesivir, Actemra dan Gammaraas Akan Mulai Masuk Bulan Agustus

Nasional
Pemerintah Disarankan Lakukan Ini untuk Perbesar Angka Testing Covid-19

Pemerintah Disarankan Lakukan Ini untuk Perbesar Angka Testing Covid-19

Nasional
Menag Siap Kerahkan 50.000 Penyuluh Agama untuk Kampanyekan 5M

Menag Siap Kerahkan 50.000 Penyuluh Agama untuk Kampanyekan 5M

Nasional
PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali: Kegiatan Olahraga Boleh asal Tak Ciptakan Kerumunan

PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali: Kegiatan Olahraga Boleh asal Tak Ciptakan Kerumunan

Nasional
PPKM Level 4 Diperpanjang, Anggota DPR: Berhasil atau Tidak, Laporkan Secara Utuh

PPKM Level 4 Diperpanjang, Anggota DPR: Berhasil atau Tidak, Laporkan Secara Utuh

Nasional
Terkendala Tingginya Kasus Covid-19, Komnas HAM Berupaya Selesaikan Laporan Akhir TWK

Terkendala Tingginya Kasus Covid-19, Komnas HAM Berupaya Selesaikan Laporan Akhir TWK

Nasional
Menkes: Kebutuhan Oksigen 2.500 Ton Per Hari, Kapasitas Produksi Hanya 1.700 Ton

Menkes: Kebutuhan Oksigen 2.500 Ton Per Hari, Kapasitas Produksi Hanya 1.700 Ton

Nasional
Aturan Makan 20 Menit, Mendagri: Upayakan Tak Mengobrol...

Aturan Makan 20 Menit, Mendagri: Upayakan Tak Mengobrol...

Nasional
11 Hari Terakhir, Kematian Harian Akibat Covid-19 di Atas 1.000 Kasus

11 Hari Terakhir, Kematian Harian Akibat Covid-19 di Atas 1.000 Kasus

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X