Gelar Perkara Kasus Agung, Bawaslu Datangi Mabes Polri

Kompas.com - 27/03/2009, 14:11 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.COM - Wakil Koordinator Pokja Pengawasan Masa Kampanye dan Masa Tenang Bawaslu, Wirdyaningsih, mendatangi Mabes Polri, Jumat ( 27/3 ).

Kedatangannya, untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan pelanggaran kampanye caleg asal Golkar, Agung Laksono, di sentra Gakumdu (gabungan hukum terpadu).

 

Seperti telah diinformasikan sebelumnya, Agung dilaporkan oleh Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia atas tiga dugaan, yaitu melakukan kampanye di luar jadwal, penyalahgunaan fasilitas jabatan dan praktik "money politics".

 

Dikatakan Wirdyaningsih, setelah gelar perkara, akan didapatkan kepastian apakah kasus ini bisa dilanjut menjadi tindak pidana pemilu atau tidak. Dalam gelar perkara ini, Bawaslu membawa sejumlah barang bukti seperti foto dan rekaman video.

 

Gelar perkara dilakukan, karena adanya perbedaan pendapat antara pelapor dan terlapor, setelah dilakukan klarifikasi oleh pengawas pemilu. Perbedaan pendapat itu di antaranya, menurut Sigma kegiatan pengobatan gratis yang dihadiri Agung di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu pekan lalu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Agung Laksono Centre.

Sementara, saat diklarifikasi, Agung menyatakan kegiatan diadakan oleh Kosgoro dan tidak ada kaitannya dengan kampanye.

 

Perbedaan pendapat lainnya, dilaporkan bahwa di sekitar lokasi kegiatan terdapat atribut kampanye dan contoh surat suara yang sudah dicontreng pada nama dan nomor urut Agung Laksono.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kensos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kensos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X