Politik Onani Politisi Narsis

Kompas.com - 14/02/2009, 10:42 WIB
Editor

JAKARTA, SABTU — Perilaku politisi menjelang pemilu April mendatang mulai menunjukkan sifat narsistiknya. Masing-masing politisi, baik yang senior maupun junior, hanya mementingkan bagaimana menonjolkan dirinya sendiri.

Demikian dikatakan pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistyo, pada diskusi mingguan bertajuk Fatsoen Politik Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/2).

"Politik kita ini politik onani, di seluruh wilayah kita lihat baliho, spanduk, hanya memuaskan diri calegnya sendiri. Ini gejala politik narsis," ujar pria yang akrab disapa Kiki.

Kiki mengatakan, gaya berpolitik para politisi saat ini hanya ditujukan untuk dirinya sendiri. "Berdasarkan survei di mana-mana, di atas 80 persen masyarakat tidak tahu siapa calonnya. Jadi bikin spanduk sendiri, dilihat sendiri dan mungkin yang milih dia sendiri juga. Ini narcism, memuja diri sendiri," ujarnya.

Kiki juga melihat, adanya perubahan simbol-simbol kultural dari para caleg, yang menonjolkan hal-hal yang tak berhubungan dengan politik. "Sekarang yang muncul priyayi-priyayi baru dengan gelar yang berentet. Padahal, enggak ada hubungan antara gelar dan partai," jelas dia.

Ketua DPP Firman Subagyo tak membantah gejala politik narsis. Ia melihat, hal ini muncul karena tidak siapnya caleg dan parpol dengan sistem suara terbanyak. "Karena tidak siap, banyak elite politik di lapangan yang tidak melihat apa kebutuhan masyarakat. Mereka hanya mengandalkan baliho, bagaimana membuat yang tidak kenal jadi kenal," ujar Firman. (ING)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Kelanjutan Nasib RUU Cipta Kerja, Mahfud: Pemerintah Sudah Punya Rumusan Baru

Nasional
Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Ada Permintaan Prabowo Capres 2024, Muzani Sebut Ditentukan Setahun Sebelumnya

Nasional
Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Nasional
Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Mahfud: Banyak Dokter Meninggal Dunia karena Lelah dan Stres Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Prabowo Kembali Tunjuk Ahmad Muzani Jadi Sekjen Partai Gerindra

Nasional
Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ajak Kader Gerindra Bantu Negara Tangani Dampak Pandemi Covid-19

Nasional
Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Kongres Luar Biasa secara Virtual Saat Pandemi, Gerindra Siap Daftar ke Muri

Nasional
KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

KSAD Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19, Mahfud: Keterlibatan TNI Diperlukan

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

UPDATE 8 Agustus: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Kembali Lampaui Jawa Timur

Nasional
Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Prabowo: Gerindra Besar Bukan karena Ketum, tetapi Berhasil Tangkap Keluhan Rakyat

Nasional
Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Beri Bintang Jasa 22 Tenaga Medis yang Gugur Saat Rawat Pasien Covid-19

Nasional
Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Platform E-Learning ASN Unggul Jadi Solusi Pelatihan ASN di Tengah Pandemi

Nasional
Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Sebaran 2.277 Kasus Baru Covid-19 RI, DKI Jakarta Tertinggi dengan 686

Nasional
UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

UPDATE 8 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 83.624

Nasional
Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Prabowo: Banyak Partai Muncul dan Cepat Hilang, Gerindra Kokoh 12 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X