Tiga Dokter Ikut Tenggelam di Perairan Papua

Kompas.com - 17/01/2009, 02:31 WIB
Editor

JAKARTA, SABTU - Tiga dokter yaitu dr. Hendy Prakoso, dr. Boyke Mowoka, dan dr. Wendyansah Sitompul Sp.OG menjadi korban diantara 27 penumpang Kapal Motor Risma Jaya yang mengalami kerusakan (lambung bocor) setelah dihantam ombak besar dan tenggelam di Muar a Kali Aswet Distrik Agast Kabupaten Asmat Provinsi Papua, tanggal 13 Januari 2009.

Jenazah Wendy sudah ditemukan Kamis (15/1) pukul 14.00. "Saya tiba di Timika Kamis pukul 07.00 pagi untuk menjemput Wendy karena mendengar dia kecelakaan, tapi siangnya ternyata dia ditemukan dalam kondisi sudah meninggal," kata dr Lydia Theresia SpRd saat dihubungi Kompas di Timika, Papua, Jumat (16/1) sore.

Jenazah Wendyansah Sitompul tiba di Jakarta Jumat pukul 15.30 setelah diterbangkan dari Timika pukul 11.00. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka di Ciputat Raya, Jakarta Selatan untuk upacara doa, setelah itu atas permintaan keluarga dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Hari Minggu jenazah akan disemayamkan di FKUI sebelum dimakamkan. Dimakamkan hari Minggu karena masih menunggu istrinya yang di Timika, kata drg Mustikasari, Kepala Biro Kepegawaian Depkes.   

Sementara itu, Lydia yang masih tertahan di Timika. "Saya masih belum siap menerima kenyataan ini. Rencana kami, setelah saya wisuda program spesialis Radiologi, saya akan ikut Wendy bertugas di Timika. Tapi ternyata rencana Tuhan lain," kata Lydia yang akan pulang ke Jakarta hari Sabtu ini.    

Korban yang berhasil ditemukan selamat sebanyak 22 orang, termasuk Rody SKM Kepala Puskesmas Asmat dan dua oran g pada 14 Januari 2009. Saat ini posisi mereka di Agast Dua dokter: Hendy Prakoso dan Boyke Mowoka hingga saat ini belum ditemukan.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melalui Puskom Depkes, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Semoga kepada keluarga ketiga dokter tersebut tabah dalam menghadapi cobaan ini.

Begitu pula Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia turut berduka cita dan merasakan kehilangan mendalam atas meninggalkan Wendyansah dan hilangnya dua dokter: Hendy Prakoso dan Boyke Mowoka.

Para dokter yang menjadi korban tersebut dalam rangka perjalanan untuk tugas Save Papua di pedalaman Papua. Mereka menumpang kapal barang, karena bandara Agast rusak akibat gempa beberapa waktu lalu. Perjalanan dari Timika ke Asmat membutuhkan waktu sekitar lima jam, namun kapal yang ditumpangi tenggelam ketika mendekati Agast. Kapal rusak karena dihantam ombak besar dan tenggelam pukul 16.00 WIT, Selasa, 13 Januari 2009.

dr Wendyansah Sitompul Sp.OG bertugas di RSUD Kabupaten Mimika selama dua tahun adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dr Hendy Prakoso adalah dokter Pegawai Tidak Tetap/PTT Pusat bertugas di Kabupaten Asmat, lulusan FK Universitas Airlangga Surabaya, sedangkan dr Boyke Mowoka adalah dokter PTT Daerah, lulusan FK Universitas Sam Ratulangi Manado.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU: Pemilih dengan Suhu Tubuh di Atas 38 Derajat Celsius Tak Diizinkan Masuk TPS

KPU: Pemilih dengan Suhu Tubuh di Atas 38 Derajat Celsius Tak Diizinkan Masuk TPS

Nasional
KPU Atur Mekanisme Hak Pilih Pasien Positif Covid-19 pada Pilkada 2020

KPU Atur Mekanisme Hak Pilih Pasien Positif Covid-19 pada Pilkada 2020

Nasional
Ahli Epidemiologi Sebut Kota Bogor Aman untuk Terapkan 'New Normal'

Ahli Epidemiologi Sebut Kota Bogor Aman untuk Terapkan "New Normal"

Nasional
KPU Pastikan Pasien Positif Covid-19 Dapat Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2020

KPU Pastikan Pasien Positif Covid-19 Dapat Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2020

Nasional
FKM UI: Jakarta Aman dari Covid-19 jika Kasus Harian di Bawah 100 selama Satu Pekan

FKM UI: Jakarta Aman dari Covid-19 jika Kasus Harian di Bawah 100 selama Satu Pekan

Nasional
KPU: Konser Musik Dilarang pada Kampanye Pilkada 2020

KPU: Konser Musik Dilarang pada Kampanye Pilkada 2020

Nasional
UPDATE 6 Juni: RS Darurat Wisma Atlet Rawat 564 Pasien Positif Covid-19

UPDATE 6 Juni: RS Darurat Wisma Atlet Rawat 564 Pasien Positif Covid-19

Nasional
KPU Gelar Uji Publik Rancangan PKPU tentang Pilkada 2020

KPU Gelar Uji Publik Rancangan PKPU tentang Pilkada 2020

Nasional
Program Tapera Dikritik Buruh dan Pengusaha, Istana Angkat Bicara

Program Tapera Dikritik Buruh dan Pengusaha, Istana Angkat Bicara

Nasional
Diminta Jadi Ketum Gerindra Lagi, Prabowo Patuhi Keputusan Partai

Diminta Jadi Ketum Gerindra Lagi, Prabowo Patuhi Keputusan Partai

Nasional
Menghadirkan Pancasila di Era 'New Normal'

Menghadirkan Pancasila di Era "New Normal"

Nasional
Penangkapan Nurhadi Dinilai Tak Cukup, KPK Diminta Kembangkan Dugaan Pencucian Uang dan Obstruction of Justice

Penangkapan Nurhadi Dinilai Tak Cukup, KPK Diminta Kembangkan Dugaan Pencucian Uang dan Obstruction of Justice

Nasional
Ini 3 Penyebab Maraknya Penggunaan Narkoba Menurut BNN, Dianggap Aib hingga Gaya Hidup

Ini 3 Penyebab Maraknya Penggunaan Narkoba Menurut BNN, Dianggap Aib hingga Gaya Hidup

Nasional
[UPDATE] Covid-19 5 Juni: Depok Tambah 6 Kasus Positif Baru, Total Jadi 578 Pasien

[UPDATE] Covid-19 5 Juni: Depok Tambah 6 Kasus Positif Baru, Total Jadi 578 Pasien

Nasional
BNN: Banyak Pengedar Narkoba Divonis Hukuman Mati, tapi Pelaksanaannya Belum

BNN: Banyak Pengedar Narkoba Divonis Hukuman Mati, tapi Pelaksanaannya Belum

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X