Gusti Jamhar Akbar, Tokoh Seni Lamut

Kompas.com - 03/01/2009, 01:10 WIB
Editor

Belakangan ia hanya balamut untuk satu malam, selama sekitar lima jam. Dalam balamut, ia sisipkan pesan moral, kritik, dan saran. "Kini yang mengundang lamut sudah jarang, sebulan paling banyak tiga," tutur pelamutan yang pernah menerima honor Rp 1 juta setiap sekali main ini.

Jamhar mengibaratkan lamut sebagai anak tiri yang tersisihkan. Pada 1982 di Kalsel ada 112 pelamutan. Kala itu, Jamhar, yang berusia 40 tahun, termasuk pelamutan muda. Kini, tak ada organisasi atau lembaga yang peduli kepada lamut, apalagi membina munculnya pelamutan baru.

"Di Banjarmasin hanya saya dan Gusti Nafsiah. Salah satu anak saya masih malu memainkannya," ucapnya.

BIODATA

* Nama     : Gusti Jamhar Akbar
* Lahir    : Alalak, 7 November 1942
* Istri    : Nur Asia atau Chen Kwan Chen (55)
* Orangtua : Raden Rosmono dan Gusti Ardiani

* Anak     :
             1. Nur Aina
             2. Ruwaida
             3. Mahrita
             4. Pansurna
             5. Aminin
             6. Mursalin
* Cucu     : 12
* Buyut    : 2

* Pendidikan:
  - Sekolah Rakyat, sampai kelas V
  
* Pekerjaan:
             - Seniman lamut
* Prestasi:
  - Penghargaan Terbaik II Lomba Seni Lamut yang diadakan Kepolisian
    Daerah Kalsel, 1980
  - Penghargaan seniman tradisional dari Lembaga Kajian Keislaman dan
    Kemasyarakatan Banjarmasin, 2006

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X