Osteosarkoma, Paling Sering Menyerang Lutut

Kompas.com - 01/01/2009, 07:09 WIB
Editor

DIBANDING jenis kanker lain yang menyerang anak-anak, kasus kanker tulang (osteosarkoma) masih berada pada urutan terkecil. Namun, bila tidak segera mendapat terapi yang baik, kanker ini tentu akan menambah daftar kematian.

Dari banyaknya penyakit kanker yang sering ditemukan pada anak, salah satunya kanker tulang atau istilah medisnya osteosarkoma. Kanker ini menempati urutan kedelapan setelah kanker otot lurik atau rabdomiosarkoma sebagai pembawa kematian pada anak. Biasanya menyerang anak usia remaja, yaitu antara 10 hingga 18 tahun.

Penyakit ini diawali gejala-gejala seperti pembengkakan progresif  disertai rasa nyeri dan demam. Kadang disertai trauma, misalnya jatuh, yang berakibat pada patah tulang yang terjadi di daerah tumbuhnya kanker. Patah tulang atau fraktur patologis itu seringkali terjadi karena adanya gerakan rutin.

Osteosarkoma umumnya cenderung tumbuh di tulang paha, tulang lengan atas (ujung atas), ujung atas tulang kering atau lutut. Ujung-ujung tulang tersebut merupakan daerah terjadinya perubahan dan kecepatan pertumbuhan terbesar. Kanker atau tumor ganas di daerah lutut paling banyak dijumpai.


Data di Amerika Serikat, setiap tahun ditemukan 1.500 kasus baru kanker tulang. Data yang dihimpun RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dalam periode 10 tahun terakhir, yaitu antara tahun 1995 sampai 2004, terdapat 455 kasus kanker baru, 118 atau 36 persen adalah kanker pada anak, 1,04 persen di antaranya kanker tulang. Kasus kanker tulang memang tidak sebanyak kanker lain.

Meski jumlahnya relatif kecil, dampak yang ditimbulkannya sangatlah besar. Anak-anak dapat kehilangan masa depannya akibat operasi atau amputasi pada organ tubuh yang terkena kanker ini. Sebab itulah kanker tulang pada anak perlu mendapat perhatian serius.

Laki-laki Lebih Rentan
Kanker ini berhubungan dengan periode kecepatan pertumbuhan, sehingga rata-rata mereka yang terdiagnosis berusia remaja. Menurut Prof. Dr. Errol U. Hutagalung, pada Seminar Ilmiah mengenai Kanker pada Anak di RS Kanker Dharmais, prevalensi kanker tulang pada anak laki-laki dan perempuan berbeda.

“Rasionya 1:2, dan lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki,” papar spesialis ortopedi onkologi dari RSCM ini.

Fakta ini diperkuat dengan hasil penelitian kasus kanker tulang di RSCM antara tahun 1995 hingga 2004. Dalam kurun waktu itu jumlah pasien anak laki-laki 79 atau 67 persen, sedangkan anak perempuan 39 anak atau 33 persen.

Hingga kini penyebab kanker tulang belum diketahui secara pasti. Ada dugaan bahwa osteosarkoma merupakan penyakit yang diturunkan. “Masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai kanker tulang ini,” ujar Prof. Errol.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Helmy Yahya, Karyawan TVRI Dapat Tunjangan Kinerja Saat Dipimpinnya

Kata Helmy Yahya, Karyawan TVRI Dapat Tunjangan Kinerja Saat Dipimpinnya

Nasional
SKT FPI Tak Terbit, Kemendagri Sebut karena Tak Sesuai Asas Pancasila

SKT FPI Tak Terbit, Kemendagri Sebut karena Tak Sesuai Asas Pancasila

Nasional
Tak Ingin Ketum PAN Dipilih Aklamasi, Asman Abnur Tegaskan Akan Berjuang

Tak Ingin Ketum PAN Dipilih Aklamasi, Asman Abnur Tegaskan Akan Berjuang

Nasional
Jokowi Putuskan soal Subsidi Elpiji 3 Kg Setelah Dapat Laporan dari Menteri

Jokowi Putuskan soal Subsidi Elpiji 3 Kg Setelah Dapat Laporan dari Menteri

Nasional
Temui Wapres, Khofifah Minta Dukungan Pembangunan Indonesia Islamic Science Park

Temui Wapres, Khofifah Minta Dukungan Pembangunan Indonesia Islamic Science Park

Nasional
KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Proyek Jalan di Bengkalis

KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Proyek Jalan di Bengkalis

Nasional
Helmy Yahya Akui Pembelian Hak Siar Liga Inggris di TVRI Tak Dianggarkan

Helmy Yahya Akui Pembelian Hak Siar Liga Inggris di TVRI Tak Dianggarkan

Nasional
Helmy Yahya Donasikan Kuis 'Siapa Berani' ke TVRI

Helmy Yahya Donasikan Kuis "Siapa Berani" ke TVRI

Nasional
Tak Mau Disamakan dengan Keraton Agung Sejagat, Keraton di Sukoharjo Beri Penjelasan

Tak Mau Disamakan dengan Keraton Agung Sejagat, Keraton di Sukoharjo Beri Penjelasan

Nasional
Jadi Caketum PAN, Asman Abnur: Banyak Program Saya yang Diapresiasi Saat Jadi Menteri

Jadi Caketum PAN, Asman Abnur: Banyak Program Saya yang Diapresiasi Saat Jadi Menteri

Nasional
Yasonna Masuk Tim Hukum PDI-P Lawan KPK, Ini Respons Jokowi

Yasonna Masuk Tim Hukum PDI-P Lawan KPK, Ini Respons Jokowi

Nasional
Amnesty International Khawatir Jaksa Agung Giring Penuntasan Kasus Semanggi I dan II secara Non-Yudisial

Amnesty International Khawatir Jaksa Agung Giring Penuntasan Kasus Semanggi I dan II secara Non-Yudisial

Nasional
Semua Pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten Miliki Seragam dan KTA

Semua Pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten Miliki Seragam dan KTA

Nasional
Anggap Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM, Jaksa Agung Dinilai Lari dari Tanggung Jawab

Anggap Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM, Jaksa Agung Dinilai Lari dari Tanggung Jawab

Nasional
Tak Mampu Selesaikan Tragedi Semanggi, Jaksa Agung Dianggap Cari Jalan Tengah

Tak Mampu Selesaikan Tragedi Semanggi, Jaksa Agung Dianggap Cari Jalan Tengah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X