Makam Raja Mokole Lukamandiu Ditemukan

Kompas.com - 10/11/2008, 13:42 WIB
Editor

MAKASSAR, SENIN - Tim Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulsel, menemukan dan memastikan keberadaan Makam Raja Mokole Lukamandiu yang merupakan cikal bakal penduduk di Desa Matano, Kecamatan Nuha.
    
"Usia makam sudah cukup lama, tapi belum diketahui pasti tahunnya, Hanya saja, cerita rakyat tentang adanya cikal bakal penduduk sekaligus penguasa Matano itu akhirnya terbukti," kata Jumahir, Sekretaris Desa Matano, Senin.
    
Kabag Sosial Budaya Bappeda Lutim, Drs Basruddin, mengatakan Pemkab Lutim merencanakan akan memugar makam kuno tersebut. "Ini merupakan salah satu program untuk pelestarian sejarah dan budaya, dan juga akan bisa menjadi salah satu objek wisata Lutim," ungkap Basruddin
    
Tim yang menemukan makam itu terdiri dari Kabag Sosial Budaya Bappeda Drs Basruddin, Kabag Litbang Bappeda Suyatman SPd, dan staf teknis Bappeda Heriwanto ST, bersama Sekretaris Desa Matano Jumahir.
    J
umahir menjelaskan, dulu makam tersebut berbentuk seperti candi. Banyak patung berbentuk manusia turut menghiasi setiap relief makam tersebut. Namun, sekitar tahun 1970-an, beberapa pencuri menggali makam dan membawa serta patung-patungnya.
    
Ukuran makam Raja Mokole Lukamandiu sekitar 4 kali 4 meter. Di tengah makam nampak bekas penggalian dan terdapat dua batu nisan yang terpenggal.
    
Makam tersebut dikelilingi tumpukan batu dan pecahan keramik kuno beserta sepotong gamelan dari besi. Bentuknya seperti benteng.
    
"Dulu, selain makam raja, di lokasi itu juga ada banyak makam kecil lainnya di sekitar sini. Tapi sekarang tidak lagi," papar Jumahir.
    
Menurut hasil penelitian, ketika membangun makam itu, para pekerja berdiri di sepanjang tepi Danau Matano hingga ke puncak bukit. Kemudian, satu per satu batu dioper dari tangan para pekerja hingga sampai ke lokasi makam.
    
Sekitar tahun 1980-an Balai Arkeologi dan Benda-benda purbakala Makassar sempat meneliti makam tersebut. "Namun, sampai saat ini, tidak ada publikasi resmi mengenai hasil penemuan itu," katanya.
    
Untuk mencapai makam guna penelitian tersebut beberapa waktu lalu, tim berangkat dari Sorowako dengan menyewa perahu Katinting menuju Desa Matano dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
    
Dari Desa Matano, tim mendaki bukit selama satu jam untuk mencapai ketinggian 300 meter dari permukaan Danau Matano, yang merupakan   tempat makam kuno itu berada.
    
Jalan menuju makam hanya bisa dilalui setapak demi setapak karena diselimuti semak belukar. Diperlukan pemandu dari masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar, untuk menjangkau medan yang akan ditempuh. "Kalau tidak ada pemandu, pengunjungnya bisa kesasar," ujar Jumahir.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Nasional
Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

Nasional
Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

Nasional
Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

Nasional
RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

Nasional
Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

Nasional
Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

Nasional
Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

Nasional
Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

Nasional
Kapolri: Ada 11.145 Kegiatan Pembubaran Massa Selama Penanganan Covid-19

Kapolri: Ada 11.145 Kegiatan Pembubaran Massa Selama Penanganan Covid-19

Nasional
UPDATE 31 Maret: 114 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 16 Provinsi, Bengkulu Catat Kasus Perdana

UPDATE 31 Maret: 114 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 16 Provinsi, Bengkulu Catat Kasus Perdana

Nasional
Atasi Covid-19, Jokowi Terbitkan Perppu soal Stabilitas Ekonomi

Atasi Covid-19, Jokowi Terbitkan Perppu soal Stabilitas Ekonomi

Nasional
UPDATE 31 Maret: 81 Pasien Covid-19 Sembuh, Bertambah 6

UPDATE 31 Maret: 81 Pasien Covid-19 Sembuh, Bertambah 6

Nasional
Cegah Covid-19 Meluas, Pemerintah Siapkan PP Atur Mudik

Cegah Covid-19 Meluas, Pemerintah Siapkan PP Atur Mudik

Nasional
Pidato Lengkap Jokowi, dari PSBB, Listrik Gratis, hingga Keringanan Kredit

Pidato Lengkap Jokowi, dari PSBB, Listrik Gratis, hingga Keringanan Kredit

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X