Fadel Bantah Gagas Pertemuan Gorontalo

Kompas.com - 18/09/2008, 21:54 WIB
Editor

JAKARTA, KAMIS- Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad membantah jika dirinya disebut-sebut sebagai penggagas pertemuan budaya antartokoh di Gorontalo pada 8 Oktober 2008. "Saya sampai saat ini belum (kirim) ada undangan apa-apa," kata Fadel Muhammad di Jakarta, Kamis (18/9). Menurut Fadel pertemuan Gorontalo baru keluar dari pernyataan Yuddy Chrisnandi.

Sebelumnya, enam ketua DPD II Golkar se-Gorontalo bertemu Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla untuk menanyakan langsung persoalan menyangkut Ketua DPD I Gorontalo Fadel Muhammad. 

Mereka antara lain Ketua DPD II Kota Gorontalo Adhan Dambea, Ketua DPD II Kabupaten Boalemo Nizam Dai, Ketua DPD II Kabupaten Gorontalo Rustam Akili, Ketua DPD II Kabupaten Gorontalo Utara Thomas Mopili, Ketua DPD II Kabupaten Bonebolango Kilat Wartabone dan Ketua DPD II Kabupaten Pohuwato Syarif Mboinga.

Ke enam DPD II se-Gorontalo itu mengancam akan memboikot pertemuan Gorontalo 8 Oktober 2008 jika memang benar-benar dilaksanakan. 

Menurut Fadel, hal ini aneh karena yang menjadi panitia justru para ketua DPD II tersebut. "Lho gimana yang menjadi panitia itu mereka-mereka ini," kata Fadel.

Selain mengancam akan memboikot pertemuan Gorontalo, para ketua DPD II Gorontalo itu juga mengancam akan menggelar Musdalub, jika Fadel Muhammad tetap melakukan gerakan-gerakan yang memecah belah partai dan melanggar AD/ART.

"Jika Fadel Muhammad nantinya tidak mengindahkan teguran DPP, kita akan lakukan musdalub untuk mengganti Fadel," kata Adhan Dambea.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Adhan sejak munculnya persoalan tidak diakomodirnya keinginan Fadel Muhammad masuk sebagai caleg DPR RI, DPD II se-Gorontalo telah dua kali melayangkan surat ke DPP. Namun, tambah Adhan, baru pada surat ke dua DPP memberikan balasan yang menyatakan bahwa pencalonan Fadel Muhammad ditolak dengan adanya dua pertimbangan.

Adhan Dambea yang juga Walikota Gorontalo tersebut mengatakan, keinginannya untuk menegakkan aturan organisasi. Dalam pandangan Adhan apa yang dilakukan Fadel Muhammad justru telah melanggar Ad/ART partai.

"Kami minta DPP segera lakukan langkah-langkah pembekuan kepengurusan DPD I Gorontalo," kata Adhan.

Adhan mengaku apa yang dilakukan rekan-rekan ketua DPD II se Gorontalo sebenarnya karena masih sayang dengan Fadel Muhammad. Adhan melihat Fadel saat ini telah disusupi dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang sakit hati kepada kepengurusan Ketua Umum Jusuf Kalla dan berada di luar sistem.

"Kami sebenarnya sayang Fadel. Jangan beliau dijadikan alat oleh orang-orang yang sakit hati, barisan sakit hati, karena nantinya Fadel yang hancur," kata Adhan.

Adhan menjelaskan, yang dimaksud dengan orang-orang yang sakit hati tersebut antara lain Akbar Tandjung, Yudhy Chrisnandi, dan lainnya. Adhan juga menjelaskan jangan karena sakit hati tidak masuk sebagai caleg DPR RI, Fadel terus melakukan langkah-langkah yang tidak rasional dan melanggar AD/ART.

Sementara Ketua DPD II Kabupaten Boalemo Nizam Dai mengaku tidak mau menjadi korban dari perseteruan elit partai. Oleh karena itu, tambahnya, ia ingin mendengar langsung penjelasan Ketua Umum Jusuf Kalla mengenai persoalan Fadel ini. 

"Awalnya kami ngotot tetap mencalonkan Fadel sebagai caleg, tapi puas dengan penjelasan ketua umum (Jusuf Kalla) dan  kami menghormati keputusan partai," kata Nizam yang juga Ketua DPRD II Kabupaten Boalemo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibatalkannya PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru 2022

Dibatalkannya PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru 2022

Nasional
PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Nasional
Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Nasional
Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Nasional
Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Nasional
Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Nasional
Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Nasional
Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Nasional
UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

Nasional
DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

Nasional
Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Nasional
UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

Nasional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

Nasional
UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.