JPU: Muchdi Dendam Terhadap Munir

Kompas.com - 21/08/2008, 11:11 WIB
Editor

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KAMIS - Mantan Deputi V BIN Mayjend (Purn) Muchdi Purwoprandjono memiliki rasa sakit hati terhadap Munir dan membalaskannya dengan menghabisi nyawa Munir. Demikian dikatakan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Cyrus Sinaga di awal dakwaan dalam persidangan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Kamis (21/8) yang dipimpin oleh Hakim Suharto. Sidang mengagendakan pembacaan dakwaan dengan terdakwa Muchdi Pr.

JPU menjabarkan bahwa Munir semasa hidupnya merupakan aktivis LSM, koordinator LSM Kontras dan Direktur Eksekutif Imparsial yang sangat vokal dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Salah satu yang dikritisi Munir adalah kebijakan yang merugikan negara serta mendesak adanya investigasi terhadap penculikan 13 aktivis pada tahun 1997 dan 1998. Selain itu, Munir adalah orang yang mengungkap bahwa pelaku penculikan terhadap para aktivis adalah oknum anggota Kopassus. Saat itu, Muchdi menjabat sebagai Danjen Kopassus.

"Apa yang diungkapkan korban (Munir) mengakibatkan terdakwa Muchdi yang merupakan Danjen Kopassus tidak suka. Karena akibatnya terdakwa diberhentikan dari jabatannya sebagai Danjen Kopassus yang baru dijabatnya selama 52 hari. Hal ini menjadi pukulan berat sehingga terdakwa sakit hati dan dendam pada korban. Dengan diangkatnya terdakwa sebagai Deputi V BIN tahun 2003, dengan kewenangan jabatan tersebut, memberi peluang kepada terdakwa untuk menghentikan kegiatan Munir yang telah merugikan terdakwa," demikian jaksa Cyrus Sinaga membacakan dakwaan.

Dengan peluang yang dimilikinya, menurut JPU, timbul keinginan Muchdi untuk membalaskan dendam dengan menghilangkan nyawa Munir. Untuk melakukan itu, ia menggunakan anggota jejaring non organik BIN, yaitu mantan pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto. Dengan posisi Polly sebagai pilot, ia dinilai lebih memiliki peluang untuk menghabisi Munir ketika Munir melakukan perjalanan dengan pesawat Garuda.

JPU mendakwa Muchdi dengan pasal 55 ayat (1) butir kedua KUHP jo pasal 340 KUHP yang secara sendiri atau bersama-sama dengan Pollycarpus pada tanggal 6 dan 7 September 2004 di Room Gate 42 Bandara Changi Singapura atau di Pesawat Garuda Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan GA 974 melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta merampas nyawa orang lain, dalam hal ini Munir.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X