Kamis Sidang, Muchdi Pr Senang

Kompas.com - 17/08/2008, 06:11 WIB
Editor

JAKARTA, MINGGU - Mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Mucdhi Pr senang mendengar perkaranya akan disidangkan di PN Jakarta Selatan mulai Kamis pekan depan (21/8). Kekhawatiran Muchdi Pr, hanyalah persidangan tidak fair dan pemberitaan tidak berimbang.

"Klien kami senang persidangan segera dimulai," tegas koordinator tim kuasa hukum Muchdi Pr yakni Wirawan Adnan di Jakarta, Sabtu (16/8).

Senangnya karena apa? "Supaya persidangan cepat selesai sehingga ada kepastian hukum bagi klien kami," tambah Wirawan.

Menurut Wirawan, tidak ada kekhawatiran bagi kliennya untuk menjalani persidangan. Termasuk pula duduk sebagai terdakwa dan menjadi perhatian publik. Justru dengan disidangkan, Muchdi akan membuktikan dirinya tidak bersalah. "Klien kami yakin tidak bersalah kok," tegasnya.

Namun kekhwatiran Muchdi hanyalah persidangan berjalan tidak fair dan pemberitaan di media massa tidak berimbang. Ketidakfairan peradilan pernah terjadi pada persidangan Pollycarpus Budihari Priyanto yang kini telah divonis 20 tahun penjara. "Di persidangan Polly tidak ada satu saksi pun yang melihat dia meracun Munir, tapi hakim tetap menghukum Polly," lanjut Wirawan.

Ketidakfairan peradilan juga akan muncul ketika saksi-saksi yang telah diperiksa penyidik Polri tidak mau hadir di pengadilan. Sehingga, jaksa penuntut hanya akan membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) saja. "Kalau itu yang terjadi, kita tidak bisa bertanya kepada saksi tersebut.Kan belum tentu BAP yang dibuat itu semuanya benar. Banyak BAP yang dicabut," tambahnya.

Selain itu, Muchdi juga khawatir media tidak berimbang dalam pemberitaan. "Media kan juga kadang tidak fair. Kalau dakwaan dimuat besar-besar, tapi kalau eksepsi dimuatnya kecil," ujarnya.

Pada persidangan nanti, Muchdi melalui tim kuasa hukumnya juga akan mengajukan penangguhan penahanan. Alasan yang digunakan yakni, Muchdi tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. "Kami akan menjamin, pak Muchdi akan mengikuti persidangan terus," lanjut Wirawan.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga, Jumat lalu mengatakan akan menghadirkan para saksi antara lain Pollycarpus Budihari Priyanto, mantan Wakil Kepala BIN M As'ad, dan mantan Dirut PT Garuda Indra Setiawan. Jumlah saksi lebih dari 13 orang.

Terhadap saksi yang tidak hadir, Kejaksaan akan mengusahakan untuk bisa hadir. Namun kalau ada halangan, jaksa akan membacakan berita acara pemeriskaan karena saksi sebagian telah disumpah sewaktu diperiksa penyidik Polri. (persda network/yls)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
Pemilih yang Jalani Isolasi Mandiri di Hari Pencoblosan Pilkada 2020 akan Didatangi Petugas

Pemilih yang Jalani Isolasi Mandiri di Hari Pencoblosan Pilkada 2020 akan Didatangi Petugas

Nasional
Kemenag: Tanpa Protokol Kesehatan, Sebaiknya Masjid Tak Gelar Shalat Idul Adha

Kemenag: Tanpa Protokol Kesehatan, Sebaiknya Masjid Tak Gelar Shalat Idul Adha

Nasional
Said Aqil: Covid-19 Ini Nyata, Bukan Konspirasi Atau Bohong-bohongan!

Said Aqil: Covid-19 Ini Nyata, Bukan Konspirasi Atau Bohong-bohongan!

Nasional
Wakil Ketua Komisi I DPR: Mesti Ada Penguatan Kesehatan untuk Personel TNI

Wakil Ketua Komisi I DPR: Mesti Ada Penguatan Kesehatan untuk Personel TNI

Nasional
Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara, Gugus Tugas: Disiplin Pakai Masker!

Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara, Gugus Tugas: Disiplin Pakai Masker!

Nasional
Kemenlu RI Sebut Israel Tunda Rencana Aneksasi Tepi Barat Palestina

Kemenlu RI Sebut Israel Tunda Rencana Aneksasi Tepi Barat Palestina

Nasional
Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

Nasional
Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X