Soekarwo, Pakde yang Murah Senyum

Kompas.com - 08/07/2008, 13:27 WIB
Editor

Pakde Karwo memang murah senyum. Kendati wartawan menanyakan hal yang sulit atau sensitif, Pakde tidak pernah marah. Jawaban-jawaban diplomatis akan terlontar dari sosok yang menyelesaikan pendidikan doktoral ilmu hukum di Universitas Diponegoro itu. Pakde juga mudah tertawa ngakak untuk hal-hal yang dianggap lucu. Tawa khas itu membuat sosok Pakde tidak pernah membuat takut atau segan siapa pun yang mengenalnya.

Sosok kebapakannya juga menyenangkan semua warga yang bertemu, baik lelaki atau perempuan. Seperti saat menyapa para pramuniaga di Pasar Atum, tidak hanya menyalami secara formal para pedagang, Pakde juga dengan ringan menyambut tepukan "toast" dari para pramuniaga.
 
Di tengah pertemuan dengan para pejabat kampus itu, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo meneleponnya. Soekarwo diminta berangkat ke Kediri bersama rombongannya dari rumah pribadi gubernur di Perumahan
Margorejo Indah. Telepon itu mengubah rencana awal.

Seusai pertemuan dengan para rektor itu sekitar pukul 14.30, Pakde masih mengobrol ngalor-ngidul sambil menikmati secangkir kopi hitam. Baru selepas pukul 15.00, Pakde berangkat ke rumah gubernur bersama sopirnya, Sutjipto, yang kerap dipanggil Pak Tjip.

Rombongan itu akhirnya tiba di Ponpes Al Fallah, Mojo Ploso, Kediri, sekitar pukul 19.00. Setelah bersilaturahim dengan KH Nurul Huda Jazuli pengasuh pondok, rombongan berangkat lagi sekitar pukul 20.15. Rombongan Patwal Gubernur Jatim, mobil Gubernur (Toyota Landcruiser L 1711 BS), diikuti mobil Pakde (Toyota Fortuner L 999 BK) dan mobil-mobil Kijang berpelat merah (para kepala biro Setdaprov Jatim).

Di Lirboyo, rombongan bersilaturahim sebentar dengan KH Idris Marzuki, pengasuh Ponpes Lirboyo, sebelum menyaksikan pergelaran wayang kulit untuk menyukseskan penuntasan wajib belajar sembilan tahun dan rintisan wajib belajar 12 tahun di Jawa Timur.

Hadir pula KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Mansyur, dan Gus Maksum. Adapun dari Pemprov Jatim hadir Kepala Dinas Pendidikan Jatim Rasiyo, Kepala Dinas Sosial Jatim Fahrur Rozi Syata, Kepala Biro Umum
M Amien, Kepala Biro Mental Thoriq Affandie, Kepala Biro Kesra Siswanto, dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Achmad Iskandar. Soekarwo dan pasangan calon wakil gubernurnya, Saifullah Yusuf, hadir bersama.

Pergelaran wayang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pergelaran wayang sosialisasi wajib belajar 9 tahun dan rintisan wajar 12 tahun di Jatim oleh Ki Dalang Entus Susmono dibuka oleh Gubernur Jawa Timur. Pembawa acara tidak lupa menyampaikan bahwa penggagas wajib belajar 12 tahun adalah Dr H Soekarwo yang akan maju sebagai calon gubernur Jatim yang kali ini hadir bersama pasangannya, Gus Ipul.

Ki Entus juga menyelingi lakon dengan wayang berwajah Soekarwo dan Saifullah Yusuf. "Iki lakone opo toh," tanya Gus Ipul.

"Lakone seorang anak desa yang mendapat pendidikan bagus dan akhirnya bisa ngabdi ke Arjunasasrabahu," kata Pakde Karwo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.