Salin Artikel

Dirut Jasa Raharja Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2024

KOMPAS.com – Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2024 untuk mempersiapkan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1445 H.

Agenda keempat kalinya itu dipimpin oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (25/3/2024).

Rivan mengatakan bahwa keikutsertaan Jasa Raharja dalam rakor tersebut guna mengoordinasikan serta memastikan kesiapan hal-hal yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi.

“Dalam hal itu, Jasa Raharja berkaitan dengan kesiapan pelayanan santunan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama periode mudik,” ujar Rivan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (31/3/2024).

Rivan berharap, mudik 2024 bisa lebih sukses ketimbang tahun sebelumnya. Salah satu indikator kesuksesan itu adalah kelancaran arus lalu lintas dan penurunan kasus kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu, seluruh pemangku kepentingan bersinergi secara konsisten untuk menyiapkan berbagai upaya pencegahan.

“Kami mengimbau kepada para pemudik agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sebelum melakukan perjalanan, mulai dari kesiapan fisik hingga kendaraan yang laik. Selalu utamakan keselamatan dan kooperatif mengikuti arahan petugas di lapangan,” imbau Rivan.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, jumlah pemudik 2024 diprediksi mengalami peningkatan hingga 56 persen atau mencapai 193 juta. Hal ini perlu diantisipasi dengan baik sehingga angka kecelakaan dapat ditekan dan menurun ketimbang 2023.

“Demi memastikan keamanan dan kelancaran mudik, Operasi Ketupat 2024 menyiapkan 155.165 personel gabungan dan 5.784 pos untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolri.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan mudik dengan matang, mulai dari pengecekan kendaraan hingga kesehatan fisik pengendara.

“Pastikan kendaraan layak dan aman. Pengemudi juga harus dalam keadaan bugar dan (lakukan) istirahat dengan cukup,” kata Muhadjir.

Muhadjir juga meminta calon pemudik kapal laut untuk membeli tiket secara online untuk mencegah antrean di pelabuhan.

“Pemudik yang akan menyeberang hendaknya segera membeli tiket secara online lewat aplikasi. Saat ini, dipastikan tidak ada pembelian tiket secara offline,” ucap Muhadjir.

Sebagai informasi, Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2024 juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto, dan sejumlah pimpinan instansi terkait lain.

https://nasional.kompas.com/read/2024/03/31/19081601/dirut-jasa-raharja-hadiri-rakor-lintas-sektoral-operasi-ketupat-2024

Terkini Lainnya

Revisi UU Politik, Bom Waktu Kegagalan Demokrasi
Revisi UU Politik, Bom Waktu Kegagalan Demokrasi
Nasional
Pengakuan Sony Sanjaya soal 'Tekanan' Banyak Tokoh dalam Pengaturan Titik Dapur MBG
Pengakuan Sony Sanjaya soal "Tekanan" Banyak Tokoh dalam Pengaturan Titik Dapur MBG
Nasional
Pigai Usul Sipil Bisa Masuk Polri, Kapolri: Kita Beri Ruang untuk ASN
Pigai Usul Sipil Bisa Masuk Polri, Kapolri: Kita Beri Ruang untuk ASN
Nasional
Said Iqbal Mengaku Sejak Pekan Lalu Ditawari Kursi Penasihat Prabowo
Said Iqbal Mengaku Sejak Pekan Lalu Ditawari Kursi Penasihat Prabowo
Nasional
Dasco: Revisi UU Ketenagakerjaan Baru Tak Hanya Bergantung DPR
Dasco: Revisi UU Ketenagakerjaan Baru Tak Hanya Bergantung DPR
Nasional
Kemlu: Korban Penusukan Sesama WNI di Jepang Berstatus Pekerja Migran
Kemlu: Korban Penusukan Sesama WNI di Jepang Berstatus Pekerja Migran
Nasional
Hadir di ILC Ke-114, Menaker Yassierli Akan Suarakan Isu Perlindungan Pekerja dan Dunia Usaha
Hadir di ILC Ke-114, Menaker Yassierli Akan Suarakan Isu Perlindungan Pekerja dan Dunia Usaha
Nasional
Kelakar Kapolri Ingin Mendemo Menteri Jumhur Hidayat: Gantian
Kelakar Kapolri Ingin Mendemo Menteri Jumhur Hidayat: Gantian
Nasional
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah
Nasional
Silmy Karim Tersangka, Menko Yusril Jamin Tak Ada Lagi Jalur Cepat Izin WNA
Silmy Karim Tersangka, Menko Yusril Jamin Tak Ada Lagi Jalur Cepat Izin WNA
Nasional
Mensos: 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat Dibangun, Tahun Depan 100 Unit
Mensos: 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat Dibangun, Tahun Depan 100 Unit
Nasional
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan Bali: 1 Tambah 7 adalah 8, Angka Baik
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan Bali: 1 Tambah 7 adalah 8, Angka Baik
Nasional
KSPSI: Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok
KSPSI: Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok
Nasional
Dasco: Satgas PHK Segera Rapat Mitigasi Masalah Pemberhentian Kerja
Dasco: Satgas PHK Segera Rapat Mitigasi Masalah Pemberhentian Kerja
Nasional
Sekjen PDIP: Film Ghost in The Cell Bermuatan Kritik, Karakternya dari Solo
Sekjen PDIP: Film Ghost in The Cell Bermuatan Kritik, Karakternya dari Solo
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com