Salin Artikel

RSD Wisma Atlet Kedatangan 405 Pasien dalam Sehari, Terjadi Antrean Ambulans

"Pasien rawat inap terkonfirmasi positif (Covid-19) di Tower 4, 5, 6, dan 7 (bangsal perawatan) sebanyak 3.626, sementara jumlah semula 3.221 orang. Ada penambahan jumlah pasien rawat inap sebanyak 405 orang," ujar Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) Kolonel Marinir Aris Mudian dikutip dari Antara, Kamis (10/6/2021).

Kemarin, antrean ambulans bahkan terjadi. Antrean itu terjadi karena tidak sedikit yang mengantar pasien positif Covid-19 dengan mayoritas bergejala ringan.

Diketahui, data Rabu (9/6/2021), Bed Occupancy Rate (BOR) di RSD Wisma Atlet sudah mencapai 53,74 persen.

Jumlah tersebut meningkat signifikan pasca libur lebaran Idul Fitri 1442 H.

"Iya ada antrean ambulans, karena memang ramai," kata Koordinator Humas RSD Wisma Atlet, Letkol TNI Laut M. Arifin, Rabu (9/6/2021), dikutip dari Kompas TV.

Arifin menjelaskan, jumlah pasien hingga minggu ini meningkat sampai 200 per hari. Padahal, pada 17 Mei lalu jumlah BOR ada di angka terendah, yakni 15 persen.

Peningkatan ini pun berpengaruh terhadap penambahan jumlah pasien yang mulanya hanya sekitar 1000 orang, kini bertambah menjadi lebih dari 3000 pasien.

"Hingga hari ini Tower 4,5,6, dan 7 Wisma Atlet telah terisi 3.221 pasien yang terdiri dari 1.549 pasien pria dan 1.672 pasien wanita. Sementara kapasitas tempat tidur dari Wisma Atlet berjumlah 5.449," terang Arifin.

Meski pasien meningkat, hingga kini Tower 8 dan 9 belum dibuka.

Kemungkinan besar akan dibuka seperti halnya Januari lalu apabila pasien di RSD Wisma Atlet terus bertambah dan tower serta BOR yang ada tidak bisa menampung.

https://nasional.kompas.com/read/2021/06/10/14100241/rsd-wisma-atlet-kedatangan-405-pasien-dalam-sehari-terjadi-antrean-ambulans

Terkini Lainnya

Tinggalkan KPK, Dirut Nonaktif PT Taspen Irit Bicara Sembari Bawa Sate

Tinggalkan KPK, Dirut Nonaktif PT Taspen Irit Bicara Sembari Bawa Sate

Nasional
Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Nasional
Pakar Ungkap 'Gerilya' Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Pakar Ungkap "Gerilya" Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Nasional
Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Nasional
Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Nasional
Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Nasional
'Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit'

"Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit"

Nasional
Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Nasional
PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

Nasional
Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Nasional
Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Nasional
Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Nasional
Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Nasional
KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke