Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Datang ke KPK, Irman Gusman Menolak Diperiksa

Kompas.com - 11/10/2016, 15:30 WIB
Abba Gabrillin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua DPD Irman Gusman, tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Selasa (11/10/2016) siang.

Namun, keberadaan Irman di Gedung KPK tak berlangsung lama. Irman yang datang didampingi pengacaranya, Razman Arif Nasution, menolak diperiksa penyidik KPK.

Setidaknya ada dua alasan Irman saat menolak memberikan keterangan.

"Kami sangat menyesalkan pemanggilan Pak Irman hari ini. Pertama mohon maaf, ini negara hukum, KPK bukan milik orang perorangan," ujar Razman saat mendampingi Irman keluar dari Gedung KPK.

Menurut Razman, Irman sedang mengajukan upaya hukum praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ia meminta agar segala penyidikan KPK terhadap Irman ditunda sampai ada keputusan praperadilan.

(Baca: Pengacara Irman Kirim Surat ke MA agar Pelantikan Ketua DPD Tunggu Praperadilan)

"Yurisprudensinya ada dua. Pak Suryadharma Ali juga tunggu praperadilan baru diperiksa. Kemudian Pak Jero Wacik. Jadi kami tidak berkenan diperiksa," kata Razman.

Kedua, menurut Rasman, Irman telah lama didiagnosa menderita sakit Jantung. Oleh dokter di RSPAD, Irman direkomendasikan untuk menjalani operasi sebagai bagian dari pengobatan.

Rencananya, Irman hari ini akan diperiksa oleh dokter KPK. Namun, ternyata penyidik KPK tetap memaksakan untuk memeriksa Irman.

"Kalau sampai ada apa-apa dengan Pak Irman dengan sakit jantungnya, KPK harus bertanggungjawab, Pimpinan KPK harus bertanggungjawab," kata Rasman.

Sedianya Irman diperiksa hari ini. Selain Irman, KPK juga memeriksa istri Irman, Liestyana Rizal Gusman. (Baca: KPK Periksa Istri Irman Gusman)

Kompas TV Irman Gusman Resmi Diberhentikan dari Ketua DPD

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Polri: Fredy Pratama Masih Gencar Suplai Bahan Narkoba Karena Kehabisan Modal

Polri: Fredy Pratama Masih Gencar Suplai Bahan Narkoba Karena Kehabisan Modal

Nasional
SYL Ungkit Kementan Dapat Penghargaan dari KPK Empat Kali di Depan Hakim

SYL Ungkit Kementan Dapat Penghargaan dari KPK Empat Kali di Depan Hakim

Nasional
Saksi Mengaku Pernah Ditagih Uang Pembelian Senjata oleh Ajudan SYL

Saksi Mengaku Pernah Ditagih Uang Pembelian Senjata oleh Ajudan SYL

Nasional
Polri Sita Aset Senilai Rp 432,2 Miliar Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama

Polri Sita Aset Senilai Rp 432,2 Miliar Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama

Nasional
Pesawat Super Hercules Kelima Pesanan Indonesia Dijadwalkan Tiba di Indonesia 17 Mei 2024

Pesawat Super Hercules Kelima Pesanan Indonesia Dijadwalkan Tiba di Indonesia 17 Mei 2024

Nasional
Daftar Sementara Negara Peserta Super Garuda Shield 2024, dari Amerika hingga Belanda

Daftar Sementara Negara Peserta Super Garuda Shield 2024, dari Amerika hingga Belanda

Nasional
Profil Haerul Amri, Legislator Fraksi Nasdem yang Meninggal Ketika Kunker di Palembang

Profil Haerul Amri, Legislator Fraksi Nasdem yang Meninggal Ketika Kunker di Palembang

Nasional
Demokrat Minta Golkar, Gerindra, PAN Sepakati Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Demokrat Minta Golkar, Gerindra, PAN Sepakati Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Nasional
SYL Beli Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta Pakai Uang Hasil Memeras Anak Buah

SYL Beli Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta Pakai Uang Hasil Memeras Anak Buah

Nasional
Anggota Komisi X DPR Haerul Amri Meninggal Saat Kunjungan Kerja

Anggota Komisi X DPR Haerul Amri Meninggal Saat Kunjungan Kerja

Nasional
Polri Desak Kepolisian Thailand Serahkan Fredy Pratama ke Indonesia Jika Tertangkap

Polri Desak Kepolisian Thailand Serahkan Fredy Pratama ke Indonesia Jika Tertangkap

Nasional
Jokowi Sebut 3 Hal yang Ditakuti Dunia, Wamenkeu Beri Penjelasan

Jokowi Sebut 3 Hal yang Ditakuti Dunia, Wamenkeu Beri Penjelasan

Nasional
Soal 'Presidential Club', Djarot PDI-P: Pak Prabowo Kurang Pede

Soal "Presidential Club", Djarot PDI-P: Pak Prabowo Kurang Pede

Nasional
Polri Serahkan Kasus TPPU Istri Fredy Pratama ke Kepolisian Thailand

Polri Serahkan Kasus TPPU Istri Fredy Pratama ke Kepolisian Thailand

Nasional
Evaluasi Arus Mudik, Jokowi Setuju Kereta Api Jarak Jauh Ditambah

Evaluasi Arus Mudik, Jokowi Setuju Kereta Api Jarak Jauh Ditambah

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com