Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalau Jadi Ketum Golkar, Setya Novanto Janji Dukung Pemerintahan Jokowi-JK

Kompas.com - 04/05/2016, 18:18 WIB
Nabilla Tashandra

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Golkar Setya Novanto mengungkapkan sejumlah janjinya jika terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Hal tersebut diungkapkannya seusai mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum Partai Golkar, Rabu (4/5/2016) siang.

Pertama, berusaha membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah.

Novanto mengatakan, partainya akan mendukung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya.

"Supaya stabil, kuat dan berjalan secara aman, damai. Perekonomian semakin baik," kata Novanto, di Jakarta Selatan, Rabu.

Ia memastikan, di bawah kepemimpinannya, Golkar akan mendorong hubungan parlemen dan pemerintah berjalan dengan baik.

"Banyak keputusan-keputusan yang harus diambil berkaitan dengan ekonomi, lapangan pekerjaan, dan lainnya. Dibutuhkan kerjasama parlemen dan pemerintah," kata Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu.

Novanto menambahkan, salah satu cara membesarkan Partai Golkar adalah dengan memperkuat kepercayaan dan wewenang di tingkat daerah, khususnya tingkat satu dan dua.

"Keluhan-keluhan bisa langsung diberikan pada pimpinan daerah," ujar mantan Ketua DPR RI itu.

Terakhir, jika terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Novanto berharap, rekonsiliasi dalam tubuh Partai Golkar tak hanya di pusat namun juga menjalar ke daerah.

"Inilah kekuatan Partai Golkar sehingga kekuatan ini bisa memberikan kontribusi besar demi kepentingan bangsa dan negara serta kesejahteraan rakyat Indonesia," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

9 Kabupaten dan 1 Kota  Terdampak Gempa M 6,2 di Garut

9 Kabupaten dan 1 Kota Terdampak Gempa M 6,2 di Garut

Nasional
KPK Sebut Dokter yang Tangani Gus Muhdlor Akui Salah Terbitkan Surat 'Dirawat Sampai Sembuh'

KPK Sebut Dokter yang Tangani Gus Muhdlor Akui Salah Terbitkan Surat "Dirawat Sampai Sembuh"

Nasional
BNPB: Tim Reaksi Cepat Lakukan Pendataan dan Monitoring Usai Gempa di Garut

BNPB: Tim Reaksi Cepat Lakukan Pendataan dan Monitoring Usai Gempa di Garut

Nasional
BNPB: Gempa M 6,2 di Garut Rusak Tempat Ibadah, Sekolah, dan Faskes

BNPB: Gempa M 6,2 di Garut Rusak Tempat Ibadah, Sekolah, dan Faskes

Nasional
PBNU Gelar Karpet Merah Sambut Prabowo-Gibran

PBNU Gelar Karpet Merah Sambut Prabowo-Gibran

Nasional
KPK Nonaktifkan Dua Rutan Buntut Pecat 66 Pegawai yang Terlibat Pungli

KPK Nonaktifkan Dua Rutan Buntut Pecat 66 Pegawai yang Terlibat Pungli

Nasional
BNPB: 4 Orang Luka-luka Akibat Gempa M 6,2 di Kabupaten Garut

BNPB: 4 Orang Luka-luka Akibat Gempa M 6,2 di Kabupaten Garut

Nasional
Prahara di KPK: Usai Laporkan Albertina Ho, Nurul Ghufron Dilaporkan Novel Baswedan Cs Ke Dewas

Prahara di KPK: Usai Laporkan Albertina Ho, Nurul Ghufron Dilaporkan Novel Baswedan Cs Ke Dewas

Nasional
BNPB: Gempa M 6,2 di Kabupaten Garut Rusak 27 Unit Rumah, 4 di Antaranya Rusak Berat

BNPB: Gempa M 6,2 di Kabupaten Garut Rusak 27 Unit Rumah, 4 di Antaranya Rusak Berat

Nasional
Tanggal 1 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 1 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 30 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 30 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pengamat: Nasib Ganjar Usai Pilpres Tergantung PDI-P, Anies Beda karena Masih Punya Pesona Elektoral

Pengamat: Nasib Ganjar Usai Pilpres Tergantung PDI-P, Anies Beda karena Masih Punya Pesona Elektoral

Nasional
Defend ID Targetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri Alpalhankam Capai 55 Persen 3 Tahun Lagi

Defend ID Targetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri Alpalhankam Capai 55 Persen 3 Tahun Lagi

Nasional
TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Korvet untuk Latihan di Laut Natuna Utara

TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Korvet untuk Latihan di Laut Natuna Utara

Nasional
Dampak Eskalasi Konflik Global, Defend ID Akui Rantai Pasokan Alat Pertahanan-Keamanan Terganggu

Dampak Eskalasi Konflik Global, Defend ID Akui Rantai Pasokan Alat Pertahanan-Keamanan Terganggu

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com