Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ditanya Soal Kampanye Akbar Hanura yang Sepi, Win-HT Emosi

Kompas.com - 05/04/2014, 19:21 WIB
Ihsanuddin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kampanye akbar Partai Hanura di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (5/4/2014) siang, tak sesuai dengan yang dibayangkan. Kader dan simpatisan yang semula ditargetkan hingga 150 ribu orang, ternyata tidak tercapai.

Apa kata pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Partai Hanura, Wiranto dan Hary Tanosoedibjo?

Harry berdalih, sepinya kader dan simpatisan yang hadir itu baru terjadi menjelang sore hari. Di pagi hari simpatisan yang datang sangat banyak.

"Kalo anda datang di awal, penuh. Dari awal penuh tapi banyak yang di luar," kata Hary ditemui seusai penyelenggaraan kampanye.

Ketika didesak lebih jauh mengenai kampanye yang sepi itu, Hary justru terlihat emosi. Dengan nada agak meningi, dia menantang wartawan untuk melihat perolehan suara Hanura pada 9 April mendatang.

"Begini deh, kita buktikan nanti pemilu 9 April (Hanura) menang atau tidak," tegasnya.

Ketika disinggung soal survei yang masih menempatkan Hanura di partai papan tengah atau bawah, dia juga enggan menanggapinya. "Kita bukan bicara soal masalah itu (survei), tahun ini menang," ujarnya lagi.

Wiranto juga terlihat emosi saat disinggung mengenai sepinya para kader dan simpatisan itu. Dia bahkan enggan menjawab pertanyaan wartawan itu. "Tadi saya kasih kesempatan (saat konferensi pers) kenapa sekarang baru tanya," katanya dan langsung meninggalkan wartawan.

Pantauan Kompas.com sekitar pukul 14.00 WIB, masih banyak bangku di tribun yang kosong. Di bagian bawah Stadion GBK memang terisi hampir penuh. Namun kursi di tribun bagian atas hanya terisi sedikit saja. Para kader dan simpatisan itu terlihat asyik menikmati hiburan yang disajiikan dua penyanyi dangdut, Ayu Ting-ting dan Nasar KDI.

Namun ketika musik dangdut dihentikan dan pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Hanura, Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo memasuki lapangan, massa yang hadir justru berhamburan keluar stadion.

Akibatnya, jumlah kader dan simpatisan yang semula jumlahnya tidak banyak itu, menjadi semakin berkurang. Hanya sisi di sekitar tribun VIP yang masih terlihat padat karena ramai ditempati oleh para kader dan simpatisan.

Sementara sisi tribun lainnya terlihat lapang, banyak bangku kosong karena simpatisan telah berhamburan keluar. Bahkan, karena banyaknya kader dan simpatisan yang keluar, pembawa acara pun menghimbau mereka untuk kembali.

"Mohon kepada para pengunjung untuk tidak terlebih dahulu meninggalkan lokasi, karena setelah ini akan ada pembagian kupon," kata salah satu pembawa acara. "Jangan khawatir tidak kebagian kupon, semuanya pasti akan kebagian kupon," sambung pembawa acara yang lainnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menag Bertolak ke Arab Saudi Cek Persiapan Ibadah Haji untuk Jamaah Indonesia

Menag Bertolak ke Arab Saudi Cek Persiapan Ibadah Haji untuk Jamaah Indonesia

Nasional
Luhut Ingatkan Prabowo Jangan Bawa Orang 'Toxic', Jokowi: Benar Dong

Luhut Ingatkan Prabowo Jangan Bawa Orang "Toxic", Jokowi: Benar Dong

Nasional
Ganjar Harap Buruknya Pilpres 2024 Tak Dikloning ke Pilkada

Ganjar Harap Buruknya Pilpres 2024 Tak Dikloning ke Pilkada

Nasional
Bea Cukai Jadi Sorotan Publik, Pengamat Intelijen: Masyarakat Harus Beri Dukungan untuk Perbaikan

Bea Cukai Jadi Sorotan Publik, Pengamat Intelijen: Masyarakat Harus Beri Dukungan untuk Perbaikan

Nasional
Hakim Agung Gazalba Saleh Didakwa Terima Rp 37 Miliar karena Kabulkan PK Eks Terpidana Megapungli di Pelabuhan Samarinda

Hakim Agung Gazalba Saleh Didakwa Terima Rp 37 Miliar karena Kabulkan PK Eks Terpidana Megapungli di Pelabuhan Samarinda

Nasional
Ditanya soal Ikut Dorong Pertemuan Megawati-Prabowo, Jokowi Tersenyum lalu Tertawa

Ditanya soal Ikut Dorong Pertemuan Megawati-Prabowo, Jokowi Tersenyum lalu Tertawa

Nasional
Berhaji Tanpa Visa Haji, Risikonya Dilarang Masuk Arab Saudi Selama 10 Tahun

Berhaji Tanpa Visa Haji, Risikonya Dilarang Masuk Arab Saudi Selama 10 Tahun

Nasional
Kuota Haji Terpenuhi, Kemenag Minta Masyarakat Tak Tertipu Tawaran Visa Non-haji

Kuota Haji Terpenuhi, Kemenag Minta Masyarakat Tak Tertipu Tawaran Visa Non-haji

Nasional
Sengketa Pileg, Hakim MK Sindir MU Kalah Telak dari Crystal Palace

Sengketa Pileg, Hakim MK Sindir MU Kalah Telak dari Crystal Palace

Nasional
Wakil Ketua MK Sindir Nasdem-PAN Berselisih di Pilpres, Rebutan Kursi di Pileg

Wakil Ketua MK Sindir Nasdem-PAN Berselisih di Pilpres, Rebutan Kursi di Pileg

Nasional
PDI-P Berada di Dalam atau Luar Pemerintahan, Semua Pihak Harus Saling Menghormati

PDI-P Berada di Dalam atau Luar Pemerintahan, Semua Pihak Harus Saling Menghormati

Nasional
Dua Kali Absen, Gus Muhdlor Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

Dua Kali Absen, Gus Muhdlor Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

Nasional
Ganjar Tegaskan Tak Gabung Pemerintahan Prabowo, Hasto: Cermin Sikap PDI-P

Ganjar Tegaskan Tak Gabung Pemerintahan Prabowo, Hasto: Cermin Sikap PDI-P

Nasional
Kelakuan SYL Minta Dibayarkan Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta, Bawahan Kebingungan

Kelakuan SYL Minta Dibayarkan Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta, Bawahan Kebingungan

Nasional
Gibran Siap Berlabuh ke Partai Politik, Golkar Disebut Paling Berpeluang

Gibran Siap Berlabuh ke Partai Politik, Golkar Disebut Paling Berpeluang

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com