Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bela Aiman soal Oknum Polri Tak Netral, Ganjar Minta Polisi Gunakan Hak Jawab Alih-alih Menangkap

Kompas.com - 27/01/2024, 13:37 WIB
Fika Nurul Ulya,
Jessi Carina

Tim Redaksi

CIREBON, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo buka suara soal pemeriksaan politikus Aiman Witjaksono terkait pernyataannya soal oknum Polri tidak netral dalam Pemilu 2024.

Adapun pemeriksaan itu dilakukan pada Jumat (26/1/2024) di Polda Metro Jaya. Menurut Ganjar, meski nonaktif, Aiman tetap seorang jurnalis yang berupaya menceritakan peristiwa dengan hak dan kebebasan jurnalismenya.

Ia pun tak sepakat bila Aiman harus berurusan dengan aparat penegak hukum karena mengungkap peristiwa tertentu.

Baca juga: Ganjar Minta Rakyat Lihat Debat Capres-Cawapres Sebelum Pilih Pemimpin

"Maka sebenarnya caranya bukan menangkap, bukan memeriksa. Tapi silakan, Anda (Polri) punya hak jawab, itulah pers yang bebas, yang saat itu diperjuangkan dalam era reformasi," kata Ganjar saat berkampanye di Stadion Bima, Kesambi, Cirebon, Sabtu (27/1/2024).

Ganjar menyampaikan, pihaknya akan terus membela Aiman. Diketahui, Aiman merupakan Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

"Kami akan bela Aiman. Tim Ganjar-Mahfud hari ini akan mendampingi. Kita akan tanyakan kepada penegak hukum, apa sebenarnya yang terjadi," ucap Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini lantas menyebut bahwa pemerintah tidak boleh mengintervensi rakyat.

Baca juga: Alam Ganjar Serap Aspirasi Anak Muda Jogja, dari Masalah Pendidikan hingga Internet

Sebab, ia melihat, banyak kejadian yang berujung pada laporan kepolisian. Ganjar lalu menyinggung masalah Pasti Hutabarat yang juga ditangkap oleh Polri karena diduga menyebarkan berita bohong (hoax).

Berita bohong yang dimaksud adalah memposting rekaman diduga pembicaraan Forkopimda di Kabupaten Baru Bara, Sumatera Utara, ikut dalam pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

"Sama dengan saudara kita yang memposting berita kejadian yang ada di Kabupaten Batu Bara. Maka ketika ada orang memposting kemudian diperiksa, rasa-rasanya model-model yang seperti ini tidak boleh," jelas Ganjar.

"Rakyat yang akan menentukan sendiri caranya. Dia akan melawan dengan caranya," imbuhnya.

Baca juga: Hindari Penyalahgunaan, Ganjar Usul Bansos Dibagikan Lewat Lurah dan Kades, Bukan Menteri

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya memeriksa Aiman pada Jumat, kemarin. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, Aiman dipanggil sebagai saksi pukul 09.00 WIB.

Adapun surat pemanggilan telah diterima Aiman pada Senin (22/1/2024) lalu. Ini merupakan pemeriksaan pertama Aiman sebagai saksi, setelah kasusnya naik ke tingkat penyidikan.

Untuk diketahui, Aiman dilaporkan pada 13 November 2023 oleh enam aliansi masyarakat dengan Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) tentang Undang-undang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Sebagai juru bicara TPN, Aiman menyebut bahwa ada oknum Polri yang diduga berpihak kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. TPN Ganjar-Mahfud juga telah menyiapkan 1.000 advokat untuk mendampingi Aiman dalam kasus tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com