Jaksa Agung Anggap OTT Bikin Gaduh, Apa Kata KPK? - Kompas.com

Jaksa Agung Anggap OTT Bikin Gaduh, Apa Kata KPK?

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 11/09/2017, 20:40 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kiri), Saut Situmorang (kedua kiri), Basaria Panjaitan (kedua kanan) dan Alexander Marwata (kanan) bersiap mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017). Rapat kerja Komisi III dengan KPK tersebut membahas sistem pengawasan terhadap pengelolaan dan manajemen aset hasil tindak pidana korupsi di lembaga tersebut.ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kiri), Saut Situmorang (kedua kiri), Basaria Panjaitan (kedua kanan) dan Alexander Marwata (kanan) bersiap mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017). Rapat kerja Komisi III dengan KPK tersebut membahas sistem pengawasan terhadap pengelolaan dan manajemen aset hasil tindak pidana korupsi di lembaga tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang menganggap wajar pendapat yang menilai bahwa operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK kerap menimbulkan kegaduhan.

Ia menanggapi pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Kalau misalkan bikin gaduh ya karena kebanyakan yang di- OTT aparat penegak hukum," kata Saut, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2017). 

Jaksa Agung menganggap praktik pemberantasan korupsi melalui operasi tangkap tangan ( OTT) kerap menimbulkan kegaduhan.

OTT juga dinilainya tak mampu meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

Namun, Prasetyo tak menyebut penegak hukum yang dimaksudnya kerap melakukan OTT.  

Baca: Menurut Jaksa Agung, OTT Kerap Bikin Gaduh

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief mengatakan, gencarnya OTT yang dilakukan KPK sama sekali tak berkaitan dengan lemahnya fungsi koordinasi dan supervisi.  

OTT merupakan keberhasilan intelijen KPK disertai laporan yang kredibel.

"Jangan dicampuradukkan, itu dua hal berbeda. OTT itu keberhasilan intelijen KPK plus laporan masyarakat yang kredibel. Untuk koordinasi dan supervisi yang sedang ditangani itu kasus bersama oleh kepolisian dan kejaksaan," kata Laode.
.
OTT, lanjut Laode, merupakan operasi yang rahasia dan tertutup sehingga tak terkait dengan fungsi koordinasi dan supervisi. 

Kompas TV Presiden menyatakan, aparat penegak hukum sudah seringkali melakukan operasi tangkap tangan. Tapi ironisnya, tetap ada saja pejabat yang berani menerima suap.

PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM