Mendikbud: Ada Kesan Anak-Anak Kita Jauh dari Buku - Kompas.com

Mendikbud: Ada Kesan Anak-Anak Kita Jauh dari Buku

Ihsanuddin
Kompas.com - 17/05/2017, 19:36 WIB
KOMPAS.com/Kristian Erdianto Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui usai menghadiri pembukaan Hari Kebebasan Pers Sedunia, di Jakarta Convention Center, Rabu (3/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui bahwa minat membaca, khususnya pada anak-anak sekolah, mulai berkurang akhir-akhir ini. Menurut Muhadjir, hal ini tidak terlepas dari teknologi informasi yang kian berkembang pesat.

"Dengan berbagai macam pengaruh media sosial melalui media elektronik ini kan menyebabkan ada kesan anak-anak kita menjauh dari buku," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Muhadjir menekankan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan minat baca anak-anak sekolah. Salah satunya adalah dengan menggelar acara bertajuk Gemar Membaca di Istana, Rabu sore ini.

Dalam acara ini, hadir puluhan anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Mereka berkesempatan mendengarkan secara langsung Presiden Joko Widodo berdongeng cerita Lutung Kasarung. Usai acara, mereka juga mendapatkan satu paket buku bacaan.

(Baca: Video Saat Jokowi Mendongeng "Lutung Kasarung"...)

"Ini dalam rangka menyemarakkan dan menggairahkan kembali minat baca anak-anak," ucap Muhadjir.

Muhadjir menegaskan bahwa buku tidak lah bisa digantikan dengan bacaan yang ada di internet. Sebab, buku merupakan sumber autentik yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Tingkat pertanggungjawaban seorang penulis di buku itu lebih tinggi dibanding media media lain. Kita kembali ke buku lah," ucapnya.

Kompas TV Di Hari Pendidikan Nasional, Presiden Joko Widodo, mengundang para pegiat gerakan membaca atau tokoh literasi ke Istana Negara, Jakarta.

PenulisIhsanuddin
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X