Catatan Medis Sri Rabitah di RSUD NTB dan RS di Doha Akan Dibandingkan - Kompas.com

Catatan Medis Sri Rabitah di RSUD NTB dan RS di Doha Akan Dibandingkan

Fachri Fachrudin
Kompas.com - 07/04/2017, 15:14 WIB
KOMPAS.com/ Karnia Septia Sri Rabitah (25) saat dipapah memasuki kamar di Rumah Perlindungan Sosial Anak, Minggu (5/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan berdasarkan pemeriksaan medis ginjal Sri Rabitah masih utuh dan tidak hilang.

Sri Rabitah adalah mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok yang sempat menjadi perhatian publik karena mengaku kehilangan ginjal ketika bekerja di Qatar.

Iqbal menjelaskan, keterangan masih utuhnya ginjal Sri Rabitah itu berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB) beberapa waktu lalu.

(Baca: Kuasa Hukum Temukan Kejanggalan dalam Kasus Sri Rabitah)

"Hasil pemeriksan terakhir di RS Umum Daerah NTB, menyebutkan bahwa ginjal yang diklaim tidak ada di bagian kanan ternyata masih intact (utuh)," ujar Iqbal di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017).

Iqbal mengatakan, pihaknya akan meminta data dari RS di Doha, Qatar yang sempat melakukan pemeriksaan terhadap Sri Rabitah.

Nantinya kedua data RS tersebut akan dilihat dan diteliti secara bersamaan.

"Itu yang akan kami konfontasi dengan info yang kami dapat dari pihak RS di Doha, Qatar, pihak RS di sana sudah siap mengonfirmasi," kata Iqbal.

Sebelumnya, Sri mengaku kehilangan ginjal saat bekerja di Doha. saat itu ia diajak oleh majikannya ke rumah sakit.

(Baca: Migrant Care Duga Ada Keterlibatan Jaringan Internasional dalam Kasus Sri Rabitah)

Di sana Sri Rabitah mengaku diperiksa dan tak sadarkan diri. Setelah itu kondisi kesehatannya kian menurun dan dipulangkan ke Indonesia.

Sri Rabitah menduga ginjalnya hilang. 

 

Menurut keterangan pihak RSUD NTB, ginjal Sri Rabitah masih utuh. Namun ada selang serta batu yang perlu dikeluarkan dari dalam tubuh Sri Rabitah.

Selang tersebut diduga sudah terpasang saat Rabitah menjalani operasi di Qatar 2014.

Kompas TV Sri Rabitah, sempat memaparkan kisah pahit yang dialaminya, saat tiba di Qatar. Tak hanya mendapat siksaan dari majikan, sri juga ternyata sempat mendapat perlakuan tidak manusiawi dari orang Indonesia yang menjadi agensi perwakilan perusahaan penampungan TKI di Qatar. Niat Sri Rabitah mencari penghidupan yang lebih baik dengan menjadi buruh migran di Qatar, terpaksa kandas di tengah jalan.

PenulisFachri Fachrudin
EditorKrisiandi
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM