Selasa, 2 September 2014

News / Nasional

Kalau Hari Ini Pilpres, Jokowi Jadi Presiden

Kamis, 27 Juni 2013 | 13:31 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDIN Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memimpin apel kesiagaan banjir di lapangan Monas Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2012). Apel ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan menghadapi banjir pada musim hujan tahun ini.

Terkait


JAKARTA, KOMPAS.com — Popularitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang dianggap layak menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 terus menanjak. Direktur Indonesia Research Centre (IRC) Agus Sudibyo mengatakan, dalam survei yang dilakukan lembaganya pada Mei 2013 lalu, elektabilitas Jokowi menunjukkan tren yang terus meningkat. 

Sebanyak 24,8 persen responden memilih Joko Widodo sebagai presiden jika pemilihan presiden dilakukan saat ini. Di bawahnya, ada Prabowo Subianto (14,8 persen), Aburizal Bakrie (7,9 persen), Wiranto (3,9 persen), Mahfud MD (3,7 persen), Dahlan Iskan (3,5 persen), Rhoma Irama (2,7 persen), Hari Tanoesoedibjo (2,3 persen), dan Ani Yudhoyono (2,0 persen).

"Jokowi menunjukkan tren elektabilitas yang cukup meyakinkan. Sebagian besar masyarakat cenderung memilihnya menjadi presiden untuk periode berikutnya," kata Agus, dalam paparan hasil survei nasional IRC tentang elektabilitas partai politik dan kandidat presiden, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Selain tokoh-tokoh tersebut, ada beberapa figur lain yang dipilih responden. Akan tetapi, tingkat keterpilihannya tidak lebih dari satu persen. Mereka adalah Hatta Rajasa, Surya Paloh, Sri Mulyani, Anis Matta, Rustriningsih, Puan Maharani, Yusril Ihza Mahendra, Gita Wirjawan, Djoko Suyanto, Hidayat Nur Wahid, dan Sutiyoso.

Survei IRC menggunakan metode penarikan sampel dan dilakukan melalui wawancara tatap muka pada Mei 2013. Sebanyak 1.800 responden terlibat dalam survei ini dengan margin of error 2,3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Sepuluh persen responden tidak menjawab dan 8,9 persen responden merahasiakan pilihannya," ujar Agus.

Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary