Kamis, 21 Agustus 2014

News / Internasional

Skandal NSA

Snowden Meminta Suaka Ekuador

Senin, 24 Juni 2013 | 03:22 WIB
VOA Edward Snowden, pembocor informasi mengenai penyadapan yang dilakukan AS dan Inggris.
MOSKWA, KOMPAS.com — Edward Snowden, pembuka skandal pengawasan komunikasi dan internet oleh Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, dikabarkan meminta suaka ke Ekuador. Sebelumnya dia diketahui berada di Hongkong sejak 20 Mei 2013.

Kabar soal permintaan suaka itu diumumkan Kementerian Luar Negeri Ekuador. Pengajuan permohonan suaka ini difasilitasi WikiLeaks, organisasi anti-kerahasiaan. WikiLeaks juga mengeluarkan pengumuman soal permintaan suaka tersebut.

Sebelumnya Snowden menyatakan ingin tetap berada di Hongkong dalam upaya perlawanannya terhadap praktik pengawasan intelijen Amerika. Namun, setelah Pemerintah Amerika Serikat meminta ekstradisi Snowden kepada otoritas Hongkong dengan tuduhan spionase, lelaki ini memilih kabur secepat mungkin.

Berdasarkan pantauan CNN di Moskwa, Rusia, Snowden diperkirakan mendarat di bandara setempat, Minggu (23/6/2013). Kru CNN melihat sebuah mobil berpelat diplomatik dengan bendera Ekuador di bandara internasional di Moskwa.


WikiLeaks tidak menyebutkan negara tujuan akhir Snowden. Namun, sebelumnya Ekuador pernah pula melindungi pendiri WikiLeaks, Julian Assange, di kantor kedutaannya di London, Inggris. Assange mendapat perlindungan selama setahun, setelah gagal melawan ekstradisi ke Swedia di Pengadilan Inggris.

Amerika cabut paspor Snowden


Pemerintah Amerika Serikat pun sontak meminta Ekuador, Kuba, dan Venezuela untuk tak menerima Snowden, berdasarkan keterangan seorang pejabat senior di pemerintahan Barack Obama kepada CNN, Minggu (23/6/2013). Amerika pun meminta ketiga negara itu mengusir Snowden jika ia memasuki negara mereka.

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat telah mencabut paspor Snowden. Menurut j
uru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Jen Psaki, pencabutan paspor adalah hal biasa terhadap orang yang dituduh telah melakukan tindak pidana.

Psaki menolak bicara khusus soal status paspor Snowden, tetapi mengatakan, "
Orang yang dicari atas tuduhan kejahatan, seperti halnya Mr Snowden, seharusnya tak diperbolehkan melakukan perjalanan internasional selain yang diperlukan untuk membawanya pulang ke Amerika," papar dia.

Pelarian Snowden berlanjut

Pernyataan yang dikeluarkan WikiLeaks pada Minggu sore menyebutkan bahwa Snowden "meninggalkan Hongkong secara legal" dan menuju ke Ekuador "melalui rute yang aman untuk tujuan suaka". Dalam keterangan itu disebutkan pula bahwa Snowden didampingi diplomat dan pengacara WikiLeaks, termasuk mantan hakim Spanyol, Baltasar Garzon.

"Tim hukum WikiLeaks dan saya tertarik menjaga hak Mr Snowden dan melindunginya sebagai pribadi," kata Garzon, yang juga mewakili Assange. "Apa yang telah dilakukan terhadap Mr Snowden dan Mr Julian Assange—(yang keduanya) telah mengungkap atau memfasilitasi pengungkapan (informasi) dalam kepentingan publikadalah serangan terhadap rakyat."

Assange melarikan diri ke Kedutaan Besar Ekuador di London pada Juni 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan memerkosa seorang wanita dan serangkaian penganiayaan seksual lainnya. Berulang kali Assange mengatakan tuduhan yang diarahkan kepadanya bermotif politik, dan dia mengaku khawatir Swedia akan menyerahkannya ke Amerika Serikat.

Sementara itu,
Snowden mengaku bahwa dia adalah sumber yang membocorkan dokumen rahasia NSA kepada koran The Guardian dan The Washington Post. Dokumen tersebut memuat rincian program pengawasan NSA terhadap aktivitas telekomunikasi dan internet, langsung dari server perusahaan penyedia layanan.


Penulis: Palupi Annisa Auliani
Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber: CNN.com